MALANG KOTA - Penghapusan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di jenjang SMA tak berpengaruh signifikan terhadap proses pembelajaran.
Kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) itu justru memudahkan sekolah.
Utamanya dalam menentukan minat dan bakat siswa.
Sebab, sejumlah SMA di Kota Malang sudah membuat kebijakan mengarahkan siswa memilih mata pelajaran (mapel) sendiri.
Seperti di SMAN 4 Malang menyediakan delapan jurusan yang berkorelasi dengan peluang karier.
”Misalnya siswa ingin masuk sekolah militer, ada jurusan Government and Military,” ujar Wakahumas SMAN 4 Malang Alfan Akbar Yusuf kemarin.
Pembelajaran tak hanya diisi oleh guru sekolah saja.
Melainkan juga mendatangkan guru tamu dari wali murid dengan berbagai profesi tertentu setiap pekan.
Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) SMA dan PLPK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu M. Asrofi menuturkan, seluruh sekolah telah menerapkan Kurikulum Merdeka.
Sehingga, kabar dihapusnya jurusan tersebut tak memengaruhi sistem pembelajaran di sekolah.
Sebab, sejak diterapkannya kurikulum tersebut, SMA di Kota Malang sudah lebih dulu melakukan opsi penjurusan minat siswa.
Hal itu didasarkan pada Permendikbudristek Nomor 345 Tahun 2022 tentang Mata Pelajaran Pendukung Program Studi di Perguruan Tinggi.
”Dari situ siswa bisa memilih mata pelajaran sesuai dengan minatnya,” terangnya.
Selain itu sisea dapat mempersiapkan studi lanjut atau jenjang karier yang diinginkan.
Sehingga, apa yang dipelajari relevan dengan rencana ke depannya.
Namun, Asrofi menilai penetapan penghapusan jurusan tersebut perlu diberikan petunjuk teknis (juknis).
Tujuannya untuk menyeragamkan kebijakan pada masing-masing sekolah.
Dirinya mengaku belum ada koordinasi lanjut terkait kebijakan tersebut.
”Jika sudah ada juknis, perlu pilot project dahulu,” jelasnya. (ori/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana