Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Implementasi Ayat Alquran dan Deklarasi Anti-Bullying dalam Kegiatan Fortasi SD Aisyiyah Kamila

Aditya Novrian • Jumat, 26 Juli 2024 | 02:42 WIB

UNIK: Tradisi belajar ayat implementatif di SD Aisyiyah Kamila Kota Malang pada moment MPLS yang berbeda dengan sekolah lainnya.
UNIK: Tradisi belajar ayat implementatif di SD Aisyiyah Kamila Kota Malang pada moment MPLS yang berbeda dengan sekolah lainnya.

MALANG - FORTASI (Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa) atau yang lebih dikenal dengan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Siswa) SD Aisyiyah Kamila Kota Malang yang dilaknakan pada tanggal 15 sampai 17 Juli 2024 dikemas dengan kegiatan yang menarik dan tentunya memiliki keunikan dari sekolah-sekolah lainnya.

SD Aisyiyah Kamila Kota Malang ini memiliki tradisi yang unik yakni belajar ayat implementatif, karena ini berhubungan dengan masa pengenalan peserta didik terhadap lingkungan sekolah maka SD Aisyiyah menyampaikan surah Alquran tentang Ta’aruf yang langsung disampaikan pada saat FORTASI dengan mengenalkan konsep Ta’aruf yang ada dalam al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 13, yang memiliki arti:

”Hai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS Al Hujarat 13).

Kegiatan FORTASI ini diikuti oleh peserta didik dari kelas I hingga kelas VI, beserta guru-guru dan orang tua/wali peserta didik kelas I. Pada FORTASI kali ini, peserta didik baru kelas I mengenakan pakaian adat dari berbagai provinsi di Indonesia.  Alasan peserta didik mengenakan pakaian adat di sampaikan oleh Reni Nur Farida selaku Kepala SD Aisyiyah dalam sambutannya.

”Dengan berbuasana adat daerah yang bermacam-macam ini, menggambarkan keberagaman dalam surat Al-Hujurat Ayat 13. Yakni bermacam-macam bangsa dan suku yang diciptakan oleh Allah SWT agar saling kenal mengenal, dan begitupun untuk di SD Aisyiyah sendiri masa Ta’aruf ini bukan hanya perkenalan antara guru dan peserta didik saja namun beserta dengan para orang tua/wali murid,” katanya.

UNIK: Tradisi belajar ayat implementatif di SD Aisyiyah Kamila Kota Malang pada moment MPLS yang berbeda dengan sekolah lainnya.
UNIK: Tradisi belajar ayat implementatif di SD Aisyiyah Kamila Kota Malang pada moment MPLS yang berbeda dengan sekolah lainnya.

Pada hari pertama (15/7) seluruh siswa baru di kenalkan dengan surat Al-Hujurat Ayat 13 yang menjadi dasar FORTASI, dan seluruh guru memperkenalkan diri kepada peserta didik baru agar mereka mengetahui nama-nama guru yang akan membantu mereka untuk menemui dan menjelajahi pengetahuan dan ketrampilan selama di SD ‘Aisyiyah. Para guru pun juga mempunyai inisiatif menarik dengan mengadakan makan bersama seluruh warga sekolah antaranya seluruh peserta didik mulai kelas I sampai kelas VI, Orang tua/Wali Peserta didik, dan guru-guru SD Aisyiyah yang dilaksanakan di halaman sekolah. Tujuan ramah tamah ini tentunya untuk membangun keakraban antar warga sekolah.

Dilanjutkan pada hari kedua FORTASI (16/7), Seluruh guru dan peserta didik melanjutkan acara yang sangat penting yakni mendeklarasikan gerakan anti-bullying di lingkungan sekolah dengan menampilkan drama yang menggambarkan perbuatan bullying yang diperagakan oleh peserta didik SD Aisyiyah dan mendatangkan pendongeng untuk bercerita tentang dampak Bullying yang merugikan sesama.

Selain itu seluruh warga sekolah melaksanakan aksi cap tangan atau yang disebut dengan Finger’s Promise. Hal ini dilakukan dalam bentuk penolakan segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Hal ini diungkap juga oleh Dyah Avica Sekarwati selaku guru SD Aisyiyah

”Sekolah menjadi wadah penting untuk menyalurkan segala informasi terkait dengan bullying, sekolah juga memiliki peran penting untuk mencegah, mengatasi, dan menyelesaikan permasalahan bullying. Dengan adanya kegiatan Deklarasi Anti-Bullying di sekolah, semoga kami sebagai guru dapat bertindak baik dan dapat menciptakan lingkunga belajar tanpa kekerasan apa pun,” tandasnya.

Dari kegiatan Deklarasi Anti-Bullying ini, diharapkan juga seluruh warga sekolah saling bekerjasama menjaga ketertiban sekolah untuk menciptakan ruang belajar yang penuh inspirasi dan kondusif. (Ibbaniyev S.A/alumni SD Aisyiyah)

Editor : Aditya Novrian
#Aisyiyah #malang #SD