Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kelompok 65 KKN Jantra UB Sukses Berdayakan Warga Desa Kebobang

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Rabu, 28 Agustus 2024 | 03:39 WIB
LEBIH BERSIH: Sebagian anggota Kelompok 65 KKN Jantra UB foto bersama usai membenahi Bank Sampah Pandan Wangi, Desa Kebobang.
LEBIH BERSIH: Sebagian anggota Kelompok 65 KKN Jantra UB foto bersama usai membenahi Bank Sampah Pandan Wangi, Desa Kebobang.

Mulai Revitalisasi Bank Sampah hingga Digitalisasi Akun Medsos

MALANG KABUPATEN- Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan Kelompok 65 Journey of Arancia Unveiling Triangle Universitas Brawijaya (Jantra UB) di Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang berhasil membuat sejumlah perubahan positif.

Terutama lewat program di bidang lingkungan dan digitalisasi informasi.

Berlangsung selama 42 hari sejak Juli hingga Agustus, ada lima program kerja yang mereka kerjakan.

Yaitu, revitalisasi bank sampah, pembuatan minikomposter, penimbangan sampah organik, kegiatan ajar mengajar di SDN 2 Kebobang dan SDN 4 Kebobang, serta modul digitalisasi pengelolaan akun media sosial pemerintah desa.

Menurut Ketua Kelompok 65 Jantra UB Naufal Aulia Helmi Taqiyuddin, revitalisasi bank sampah bertujuan untuk mengubah stigma masyarakat dalam melihat bank sampah sebagai objek yang kotor.

“Kami melakukan pengecatan ulang, pembuatan jalan, dan penanaman pohon di lokasi Bank Sampah Pandan Wangi Desa Kebobang,” ujarnya didampingi Arina Naila Hanifa Sadono, humas Kelompok 65 Jantra UB, kepada Jawa Pos Radar Malang.

Bank sampah tersebut selama ini hanya berfokus pada pengelolaan sampah organik.

Karena itu, untuk melengkapi upaya revitalisasi, Kelompok 65 melakukan inovasi berupa pengelolaan sampah organik.

Yaitu, melalui penimbangan sampah organik dan pembuatan minikomposter.

Sebagai pilot project, mereka melakukannya di RW 08.

“Kami melakukan penimbangan sampah organik yang ada di sana. Datanya kami serahkan ke pemerintah desa,” terang Naufal.

Data itu penting agar bisa menentukan langkah selanjutnya dalam pengelolaan sampah.

Makanya, Kelompok 65 kemudian juga membuat minikomposter yang diletakkan di Bank Sampah Pandang Wangi sebagai percontohan.

“Dengan data itu, kita bisa mengetahui berapa banyak sampah yang dihasilkan di suatu wilayah. Lalu, berapa banyak pula yang bisa diolah sebagai kompos,” lanjut Naufal.

Bukan hanya program kerja yang bersifat fisik, Kelompok 65 juga memandang penting program kerja nonfisik untuk membangun kesadaran terhadap lingkungan.

Yaitu, berupa edukasi.

Mereka menggelar pelatihan dan praktik pengelolaan sampah kepada para siswa di SDN 2 dan SDN 4 Kebobang.

“Kami memanfaatkan waktu MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah). Ini upaya untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini,” kata Naufal.

Di sana, anak-anak sekolah itu dilatih mengenali jenis-jenis sampah, cara memilahnya, serta mengelolanya.

Termasuk, praktik langsung dalam mendaur ulang sampah anorganik.

Pada aspek digitalisasi informasi, Kelompok 65 meluncurkan modul inovatif untuk pengelolaan akun media sosial Desa Kebobang.

Tindakan ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi, partisipasi, dan promosi desa dengan menggunakan teknologi digital.

Kepala Desa Bobang Mujiati memberikan apresiasi terhadap Kelompok 65 atas semua program yang dikerjakan.

Menurut dia, program itu mampu menguatkan kelompok-kelompok masyarakat di desa.

Mulai ibu-ibu dasawisma, bank sampah, hingga anak-anak sekolah.

“Semua bisa merasakan manfaatnya. Karena itu, kami berterima kasih kepada teman-teman mahasiswa FISIP dan FIB Universitas Brawijaya dalam giat bakti Desa Jantra 2024 ini,” tandasnya. (*)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#UB #KKN