CAPAIAN prestasi dan rekognisi mahasiswa maupun dosen di UM terus meningkat.
Itu terbukti sejak kepemimpinan Prof Dr Hariyono MPd, UM mampu memperluas prestasinya di kancah nasional maupun internasional.
Berbagai inovasi juga turut diukir oleh civitas akademika UM dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Baca Juga: UKM UM Pamerkan 21 Motif Batik Khas Malangan di MCC
Prof Hariyono mengatakan, total prestasi yang diukir mahasiswa sangat stabil.
Totalnya mencapai 721 penghargaan yang diraih mahasiswa dari 11 program studi (prodi) di UM.
Artinya, mahasiswa berkomitmen untuk mempertahankan kualitas prestasinya.
”Rekognisi kami justru meningkat setiap tahun,” ujarnya.
Pada 2022, rekognisi yang diukir mahasiswa mencapai 1.735.
Kemudian meningkat pesat pada 2023 sebanyak 4.023.
Kendati sempat turun tahun 2024, rekognisi mahasiswa mencapai 2.233.
Hal itu menunjukkan mahasiswa mengalami perkembangan positif di bidang prestasi.
Selain itu, capaian kinerja positif para dosen UM juga mengukir prestasi yang gemilang.
UM mampu melahirkan banyak dosen dan profesor yang kompeten.
”Ada 244 dosen kami sudah mencapai rekognisi tingkat internasional dan 37 dosen sudah mengantongi sertifikat kompetensi,” papar Prof Hariyono.
Profesionalitas para dosen tentunya membawa capaian positif untuk UM.
Mereka bersinergi untuk melahirkan berbagai inovasi.
Baca Juga: Tim Pengabdian UM Berikan Pendampingan Teknis Teknologi Mesin Blender Berkapasitas Besar
Seperti Hybrid PJU yang memanfaatkan kombinasi turbin angin dan panel surya.
Inovasi lain turut digarap oleh Departemen Teknik Mesin yang membuat Kapal Penebar Pakan Ikan.
Dengan inovasi tersebut, para petani ikan dapat menghemat waktu dan tenaga serta meningkatkan efektivitas dalam distribusi pakan.
Lalu ada inovasi Charging Station untuk Kendaraan Listrik (EV).
Prof Hariyono menambahkan, untuk mendukung itu UM juga bermitra dengan perusahaan, lembaga riset, organisasi nirlaba, perguruan tinggi, hingga BUMN.
”Dengan begitu segala program yang dicanangkan bisa terealisasi berkat kerja sama dengan berbagai pihak,” tutupnya. (ori/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana