MALANG KOTA - Kampus yang sudah berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) harus pintar mengelola keuangan.
Khususnya dalam menggunakan dana abadi yang bersumber dari kerja sama dan donasi alumni.
Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) menjadi dua kampus yang kompak menggunakan sebagian dana abadi untuk beasiswa.
Besaran dana yang dipakai untuk beasiswa mencapai 30 persen.
Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Sumber Daya UB Dr Muchamad Ali Safaat SH mengatakan, dana abad iyang diterima mencapai Rp 5 miliar per tahun.
Sementara alkokasi untuk beasiswa mencapai Rp 1,5 miliar.
”Tentunya tetap kami kaji kriteria penerimanya karena dana kami juga terbatas,” ungkap Ali.
Dirinya juga melakukan penelusuran dan pemetaan kelayakan dari mahasiswa calon penerima beasiswa dari beasiswa dari dana abadi.
Kriteria yang ditetapkan dalam seleksi ditinjau dari ekonomi, kapasitas akademik, keaktifan berkegiatan dan prestasi mahasiswa.
Di tempat lain, Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Sumber Daya, dan Usaha UM Prof Dr Puji Handayati SEAk MM CA SMA menuturkan, salah satu prioritas dana abadi UM juga digelontorkan pada beasiswa.
Total dana abadi yang dikelola UM saat ini mencapai Rp 5 miliar.
”Kami baru beralih status tahun 2022, jadi dana abadi yang kami sisihkan masih kecil,” ujarnya.
Total kebutuhan untuk alokasi beasiswa di UM setiap tahunnya mencapai Rp 1,5 miliar.
Selain pengelolaan aset, Puji menuturkan juga mulai memetakan persentase kebutuhan. (ori/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana