MALANG KOTA - Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kota Malang mendorong dosen maupun mahasiswa melakukan penelitian atau pengabdian masyarakat.
Tak ayal, kampus juga menyediakan dana alokasi khusus untuk penelitian.
Seperti yang dilakukan Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM).
Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Sumber Daya UB Dr Muchamad Ali Safaat SH mengatakan, alokasi dana penelitian dibagi atas empat jenis.
Yakni dana khusus pelaksanaan riset dan inovasi, dana pengabdian masyarakat, pelaksanaan publikasi dan pengurusan pemeliharaan hak kekayaan intelektual (HKI).
“Total yang kami siapkan dari kampus minimal Rp 2 miliar per tahun,” ungkapnya.
Dana tersebut meliputi belanja habis pakai, honorarium hingga transport selama kegiatan bergulir.
Tak hanya mengakomodir kegiatan penelitan di dalam negeri, melainkan juga penelitian di luar negeri.
Kampus juga akan mendanai konsumsi hingga akomodasi selama dosen atau mahasiswa melakukan riset.
“Saat ini ada sekitar 352 judul yang kami terima untuk didanai,” ujar Ali.
Rinciannya, 235 judul berupa jurnal penelitian dan 117 judul untuk jurnal pengabdian masyarakat.
Dirinya berharap dana tersebut akan terus bertambah hingga proposal yang didanai juga turut bertambah.
Senada dengannya, Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Sumber Daya dan Usaha UM Prof Dr Puji Handayati SEAk MM CA SMA mengatakan, alokasi dana penelitian mahasiswa dan dosen dari kampus paling sedikit sebanyak Rp 1,8 miliar.
Puji menilai, kebutuhan tersebut hanya mampu mengcover tidak lebih dari 40 persen saja.
”Memang sumber terbanyak kami dapat dari hibah atau kerja sama,” ucapnya.
Tahun sebelumnya, dana penelitian hanya mampu mengakomodir sebanyak 900 judul penelitian dan pengabdian masyarakat.
Sementara mayoritas dana tercover dari eksternal kampus. (ori/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana