SINGOSARI - Angka Partisipasi Murni (APM) untuk jenjang pendidikan menengah atas di Kabupaten Malang masih rendah.
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, pada 2023 lalu hanya 49,31 persen.
Artinya, dari 100 anak berusia 1518 tahun, hanya 49 anak yang mengenyam pendidikan SMA.
Baca Juga: Keren, Baru Lulus SMA Lab UM Langsung Diterima di Kampus Belanda
Jika terpilih menjadi Bupati Wakil Bupati Malang, pasangan calon (Paslon) nomor urut 1 H M. Sanusi-Lathifah Shohib (SaLaf ) menargetkan 100 persen remaja lulus SMA.
Calon Wakil Bupati (Cawabup) Malang Lathifah Shohib menyampaikan, menurut data di Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) RI, di Kabupaten Malang, lebih dari 50 persen pekerja di pabrik masih berijazah SMP.
Baca Juga: Ribuan Simpatisan dan Kader Parpol Antar Sanusi-Lathifah ke KPU Kabupaten Malang
“Saya sampaikan kepada masyarakat bahwa kesejahteraan itu linier dengan pendidikan. Kalau ingin meningkatkan kesejahteraan, putra-putrinya harus dibekali pendidikan,” ucap Lathifah setelah giat kampanye di Desa Dengkol, Kecamatan Singo sari kemarin (30/9).
Terkait biaya, dia menyampaikan, pemerintah sudah mengalokasikan dana untuk Program Indonesia Pintar (PIP).
PIP tersebut memang dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin agar tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat.
Baik jalur formal SDSMA/SMK maupun nonformal paket AC.
Selain itu, juga ada program pemberdayaan berupa pelatihan tenaga kerja.
Seperti di bidang tata boga dan tata busana.
Program tersebut dilaksanakan dengan kerja sama dengan perguruan tinggi, Balai Latihan Kerja (BLK), dan lembaga kursus Malang Raya.
“Ketika diberi kesempatan memimpin Kabupaten Malang, kami berupaya supaya APBD itu 20 persen untuk pendidikan,” kata kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Artinya, jika belanja daerah dalam APBD 2025 mencapai Rp 5,12 triliun, sekitar Rp 1,02 triliun akan dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas pendidikan.
”Target kami, kalau bisa 100 persen anak anak di Kabupaten Malang tamat pendidikan SMA atau sederajat,” lanjutnya.
Baca Juga: Masih Ada yang Putus Sekolah di Malang! Angka Partisipasi Murni Pendidikan Dasar Belum 100 Persen
Sebab, ke depan, persaingan tenaga kerja akan semakin ketat.
Salah satu cara untuk bersaing yakni melalui peningkatan pendidikan.
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana