Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bisa Direalisasi, Disdik Kota Malang Tinggal Tunggu Juknis Makan Siang Gratis untuk Pelajar

Bayu Mulya Putra • Rabu, 23 Oktober 2024 | 01:00 WIB
SELESAI UJI COBA: Tiga pelajar SDN Kauman 2 menikmati makanan yang dibeli dari kantin sekolah, kemarin.
SELESAI UJI COBA: Tiga pelajar SDN Kauman 2 menikmati makanan yang dibeli dari kantin sekolah, kemarin.

MALANG KOTA - Tanda-tanda realisasi program makan siang gratis untuk pelajar semakin terlihat.

Bulan lalu, uji coba sudah dilakukan di dua sekolah Kota Malang.

Yakni di SDN Lowokwaru 3 dan SDN Sumbersari 1.

”Dilakukan selama tiga minggu, uji coba langsung (dikomandoi, red) oleh pemerintah pusat,” terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana.

Disdikbud Kota Malang hanya bertugas melakukan pengawasan.

Penunjukan sekolah peserta uji coba juga dilakukan langsung oleh pemerintah pusat.

Pihaknya hanya menyerahkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Kemudian dipilih pemerintah pusat.

Termasuk pemilihan katering selama uji coba.

Jana menyebut, ada lebih dari satu katering yang ditunjuk pemerintah.

Semua merupakan pelaku UMKM.

Total, dia menyebut ada sekitar 500 pelajar yang mengikuti uji coba makan siang gratis tersebut.

Suwarjana menyampaikan bila uji coba berjalan lancar.

Tidak ada kendala berarti yang ditemui.

Katering-katering juga on-time dalam menyediakan makanan.

Selanjutnya, dia mengaku belum mendapat arahan lanjutan untuk tahap selanjutnya.

Jana memprediksi, kemungkinan bakal ada uji coba lagi untuk jenjang SMP.

Bisa juga langsung pelaksanaan pada tahun depan.

Menurut Dapodik, ada 122.458 siswa jenjang TK, SD dan SMP negeri dan swasta di Kota Malang.

Apabila dianggarkan Rp 10 ribu per porsi siswa, dalam satu hari membutuhkan anggaran Rp 1,22 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang Muflikh Adhim mengatakan, menu makan siang gratis selama uji coba berisi nasi, lauk-pauk, sayur, dan susu.

Sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi siswa.

Dia menyebut bila skema katering tetap akan memberdayakan pelaku UMKM di setiap kecamatan.

Sementara bahan baku tetap dipasok Pemkot Malang.

Untuk pengiriman ke sekolah-sekolah, rencananya akan memberdayakan ojek online (ojol).

Dengan begitu, diharapkan bisa menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kota Malang.

”Saat ini kami masih menunggu juknis (petunjuk teknis) dari pemerintah pusat,” tuturnya. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Pelajar #Kota Malang #makan siang gratis