Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Guru PAUD Lowokwaru Kota Malang Ikut Workshop, Terapkan Permainan Tradisional sebagai Metode Belajar Anak

Aditya Novrian • Jumat, 1 November 2024 | 23:00 WIB
KOMPAK: Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD Kecamatan Lowokwaru menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru TK-PAUD di UMM, Kamis (31/10).
KOMPAK: Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD Kecamatan Lowokwaru menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru TK-PAUD di UMM, Kamis (31/10).

MALANG KOTA - Sebanyak 270 guru TK dan PAUD se-Kecamatan Lowokwaru mengikuti workshop peningkatan kompetensi kemarin (31/10).

Bertempat di Aula Lantai 9 GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), para guru belajar mengenai permainan tradisional untuk melejitkan kompetensi motorik anak.

Diisi langsung oleh Dosen Fakultas Psikologi UMM Prof Dr Iswinarti MSi, para guru antusias mengikuti materi dan mempraktikkan permainan tradisional.

Prof Iswinarti mengatakan, bermain merupakan bentuk komunikasi dan ekspresi yang menggabungkan pemikiran dan tindakan, memberi kepuasan, dan perasaan berprestasi.

Baca Juga: Peringati Kemerdekaan dengan Permainan Tradisional hingga Barikan
”Bermain bersifat naluriah, sukarela, dan spontan,” tuturnya.

Perempuan yang juga merupakan Kaprodi Magister Psikologi UMM tersebut menambahan, bermain memiliki berbagai manfaat bagi anak.

Salah satunya menjadi sarana pembelajaran berbagai aspek perkembangan fisik-motorik, kognitif, sosial, emosional, hingga moral.

Sementara itu, Ketua Pusat Kegiatan Gugus PAUD Kecamatan Lowokwaru Sadia Mewar SPd MSi mengatakan, peserta yang hadir tidak hanya dari Kecamatan Lowokwaru, tetapi juga dari perwakilan guru PAUD dan guru TK di lima kecamatan.

Menurut perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala PAUD Al-Ghoniya dan Dosen Fakultas Psikologi UMM ini.

Workshop tersebut sejalan dengan kurikulum merdeka.

”Sehingga perlu mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak,” tuturnya.

Terlebih, saat ini permainan anakanak lebih ke permainan di gadget, sehingga kurang mengasah tumbuh kembang mereka. (dur/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#anak #Workshop #permainan tradisional #metode belajar