MALANG KOTA - Penjurian Lomba Literasi Sekolah (L2S) berganti ke jenjang SD kemarin.
Para peserta sudah menyelesaikan seluruh rangkaian lomba.
Mulai literasi membaca dan membuat video program literasi untuk sekolah.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memacu siswa untuk dapat berpikir kritis dan juga kreatif.
Hal itu disampaikan langsung Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Wahyu Oriendriani SPd.
Dia mengatakan, dari 285 sekolah, diambil 15 terbaik dan akan dilaksanakan visitasi ke masing-masing sekolah pada Kamis besok (7/11).
"Kami akan melihat secara langsung, pengembangan literasi di sekolah apakah sudah sesuai dengan video yang di upload di Instagram," tutur wanita yang akrab disapa Ririn tersebut.
Masing-masing sekolah memiliki program literasi sendiri.
Namun tujuannya sama yakni meningkatkan budaya literasi di sekolah.
Untuk literasi peserta didik, siswa diwajibkan membaca satu judul buku dan menarasikan isinya.
L2S diharapkan mampu menumbuhkan budaya literasi siswa di sekolah.
Kegiatan yang bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Malang ini, sangat penting digaungkan sebagai landasan peningkatan literasi di era digital saat ini.
Dengan program-program literasi yang ada di sekolah masing-masing akan dapat meningkatkan pemikiran para siswa menjadi lebih kritis dan kreatif.
”Tidak hanya menjadi budaya literasi, tetapi ini juga akan menjadi budaya pekerti,” ungkap Ririn. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana