Radar Malang - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu'ti berencana merenovasi 22 Ribu sekolah di Indonesia yang rusak dan tidak terurus. Proses renovasi yang direncanakan mencakup ruang kelas, mebeler, dan MCK (mandi, cuci, kakus).
Abdul Mu'ti juga menyampaikan untuk merealisasikan renovasi ini, nilai alokasi anggaran yang dibutuhkan sebesar 20 Triliun.
Pria berusia 56 tahun itu menyampaikan, pihaknya akan menjawab seluruh permasalahan sekolah yang ada di Indonesia.
Selain itu, ia juga yakin pada pemerintah Prabowo-Gibran akan menjadi quick win atau acuan untuk mengembangkan program prioritasnya.
"Banyak sekolah-sekolah kita yang tidak terurus. Saudara-saudara, kita harus berani melihat ini semua dan kita harus berani menyelesaikan masalah ini semua," pesan Presiden Prabowo Subianto untuk peningkatan pendidikan di Indonesia yang masih sangat buruk.
Tak hanya ingin merenovasi 22 Ribu sekolah, Abdul Mu'ti juga berencana melakukan quick win pada pembangunan sekolah unggul terintegrasi dengan anggaran sebesar 4 Triliun. Kedua program (quick win) ini dinilai Abdul Mu'ti sebagai pekerjaan rumahnya (PR).
Abdul Mu'ti juga mendapati amanah secara langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.
Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap warga negara Indonesia dan ini tercantum dalam UUD 1945 yakni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Selain itu, kewajiban pendidikan yang diberikan negara untuk seluruh warganya tercantum dalam pasal 31 ayat 1 dan 2 setelah amandemen.
"Ini adalah kementerian yang strategis untuk membangun kualitas sumber daya manusia. Mudah-mudahan kita bisa bersinergi untuk Indonesia yang maju, kita memberikan layanan yang bermutu untuk semua dan bergotong royong mencerdaskan kehidupan bangsa," ujar Abdul Mu'ti usai serah terima jabatan Menteri Dikbudristek ke Menteri Dikdasmen, Menteri Dikti Saintek, dan Menteri Kebudayaan di Gedung A Kemendikbud, Jakarta, Selasa (22/10). (Dzulfiqar Arifuddin)
Editor : Aditya Novrian