Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penilaian Lapangan Lomba Literasi Sekolah Kota Malang Tuntas

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 15 November 2024 | 18:40 WIB
TERAKHIR: Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana (tengah) dan Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya melihat langsung pelaksanaan program literasi di SMP IT As Salam Kota Malang kemarin (14/11).
TERAKHIR: Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana (tengah) dan Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya melihat langsung pelaksanaan program literasi di SMP IT As Salam Kota Malang kemarin (14/11).

MALANG KOTA - Penilaian Lomba Literasi Sekolah telah memasuki tahap akhir. Kemarin (14/11), penilaian dilaksanakan di SMP IT As Salam Kota Malang.

Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana bersama Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya.

Hingga kemarin, 15 sekolah jenjang SMP dan 15 sekolah jenjang SD telah melalui tahap penilaian lapangan.

Nantinya akan ditentukan 5 besar dari masing-masing jenjang dan diumumkan pada hari penganugerahan.

Pada penilaian lapangan terakhir kemarin, Suwarjana menekankan pentingnya penguatan literasi dalam dunia pendidikan.

Dia mengakui program literasi sudah mulai diterapkan melalui Kurikulum Merdeka.

Namun lomba yang sedang berjalan saat ini merupakan kali pertama diadakan untuk mengevaluasi sejauh mana penerapan literasi di sekolah-sekolah.

”Lomba literasi ini penting untuk mengecek apakah implementasi literasi di sekolah sudah berjalan dengan benar,” ujar Suwarjana.

Dia menambahkan, Kota Malang secara umum memiliki rapor pendidikan yang berada di atas rata-rata nasional.

Meski demikian, lomba tetap perlu dilaksanakan untuk terus mendorong peningkatan kualitas di semua jenjang pendidikan.

”Dengan lomba ini, kami berharap program literasi sekolah bisa semakin digencarkan dan merata di seluruh Kota Malang,” tambahnya Suwarjana juga menyebut bahwa Kota Malang menjadi satu-satunya yang memasukkan literasi dan numerasi untuk diterapkan dalam ujian kelas 6 SD.

Dia berharap program yang sama bisa dilanjutkan ke SMP dan SMA/ SMK.

Dengan begitu, seluruh jenjang pendidikan terhubung dalam penguatan literasi.

”Kami sudah menjadikan literasi sebagai pusat perhatian, dan pemerintah terus hadir untuk mendukung penerapan kurikulum yang berbasis literasi,” kata dia.

Pada zaman kuatnya teknologi informasi seperti saat ini, Suwarjana mengingatkan siswa agar tidak hanya belajar literasi dari media sosial.

Tetapi harus lebih mengedepankan literasi yang benar.

”Kami berharap perpustakaan sekolah dilengkapi buku-buku yang mendukung pembelajaran literasi yang baik dan benar,” tambahnya. (dur/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#penilaian #lapangan #Kota Malang #Lomba Literasi Sekolah