Surabaya - Membaca adalah salah satu ukuran sederhana untuk melihat sebuah wilayah atau daerah masuk dalam kategori maju atau tidak.
Minat baca masyarakat berbanding lurus dengan tingkat kemajuan sebuah daerah.
Tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara lain.
Berdasarkan data dari UNESCO, tingkat literasi di Indonesia berada pada urutan ke-60 dari 76 negara yang disurvei pada tahun 2020.
Di tahun 2023, Nilai indeks tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat Indonesia adalah 66,77 poin.
Sebagai informasi, indikator perilaku membaca yang dipertimbangkan dalam penilaian tingkat kegemaran membaca (TGM) adalah sebagai berikut:
Menyikapi hal tersebut anggota DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas mennyampaikan bahwa rendahnya Indeks Kegemaran Membaca di Jawa Timur patut menjadi kewaspadaan bersama, mengigat Jawa Timur sebagai pemilik jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia.
"Bisa dikatakan potretnya Indonesia bisa dilihat dari potretnya Jawa Timur, rendahnya indeks kegemaran membaca dikalangan masyarakat ini harus menjadi point penting bagi Pemprov untuk melakukan trobosan-trobosan baru agar kegemaran membaca masyarakat Jatim meningkat", ujar Anggota dewan dari dapil Malang Raya ini.
"Disamping itu Perpustakaan-perpustakaan yang berada dibawah naungan Provinsi ataupun kabupaten/kota sudah selazimnya melakukan transformasi seiring dengan kemajuan zaman yang terjadi hari ini, proses digitalisiasi dan tata ruang perpustakaan yang lebih adaptif bagi generasi Zilenial dan alpha perlu dipertimbangkan supaya menarik minat mereka untuk datang", tambah pria yang juga menjabat sebagai sekretaris Fraksi PKS ini.
Puguh juga menegaskan bahwa maju dan tidaknya Jawa Timur dimasa mendatang sangat tergantung dari seberapa maju tinggi minat baca masyarakatnya.
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana