Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Istilah "Brainrot" Jadi Word of The Year oleh Oxford, Begini Artinya

Aditya Novrian • Rabu, 4 Desember 2024 | 19:30 WIB
(Freepik)
(Freepik)

RADAR MALANG - Oxford telah menempatkan kata “brainrot” sebagai Word of The Year 2024

Oxford mendefinisikan kata “brainrot” sebagai “kemunduran yang terjadi pada kondisi mental atau intelektual seseorang, terutama jika dilihat sebagai akibat dari konsumsi materi yang berlebihan (terutama konten daring), dianggap remeh atau tidak menjadi masalah”.

Melansir dari BBC, Psikolog dan Profesor Universitas Oxford Andrew Przybylski mengatakan popularitas kata tersebut merupakan "gejala dari masa yang sedang kita jalani".

Kata ini mengalahkan lima kata lainnya yang masuk dalam daftar pendek Oxford, yaitu “lore”, “demure”, “romantasy”, “dynamic pricing”, dan “slop”.

Namun, sebenarnya apa itu “brainrot”? Kenapa bisa jadi kata yang populer?

Seperti yang dijelaskan oleh Oxford, brainrot adalah kemerosotan kondisi intelektual atau mental seseorang setelah mengkonsumsi materi yang tidak penting secara berlebihan. 

Kata ini tercatat pertama digunakan pada tahun 1854 melalui tulisan buku Walden oleh Henry David Thoreau. 

Dalam buku itu, ia mengkritik kecenderungan masyarakat yang merendahkan nilai ide-ide yang kompleks dan bagaimana hal ini adalah bagian dari penurunan mental dan intelektual. 

"While England endeavours to cure the potato rot, will not any endeavour to cure the brain-rot – which prevails so much more widely and fatally? (Sementara Inggris berusaha menyembuhkan penyakit busuk kentang, tidakkah ada upaya untuk menyembuhkan penyakit busuk otak – yang menyebar jauh lebih luas dan fatal?)" tulisnya.

Baca Juga: Istilah Lavender Marriage Kembali Viral, Ini Artinya

Kemudian istilah ini menarik perhatian pengguna sosial media, terutama kalangan Gen Z dan Gen Alpha.

Kini brainrot digunakan sebagai cara untuk menggambarkan konten kualitas dan bernilai rendah yang ada di media sosial.

"Tidak ada bukti bahwa kerusakan otak benar-benar ada, sebaliknya, hal itu menggambarkan ketidakpuasan kita terhadap dunia daring dan merupakan kata yang dapat kita gunakan untuk menggabungkan kecemasan yang kita miliki terhadap media sosial." pungkas Prof. Przybylski.

"Kita dapat melihat semakin besarnya keasyikan masyarakat dengan bagaimana kehidupan virtual kita berevolusi, bagaimana budaya internet merasuki begitu banyak jati diri kita dan apa yang kita bicarakan" ujar Casper Grathwohl, Presiden Oxford Languages, ketika melihat kembali Word of The Year Oxford selama dua dekade terakhir.

"Kerusakan otak merupakan salah satu bahaya yang dirasakan dalam kehidupan virtual, dan bagaimana kita menggunakan waktu luang kita." tambahnya. (Sofia Fasya Nadhira)

Editor : Aditya Novrian
#gen alpha #brainrot #Gen Z #oxford #Word of The Year 2024 #media sosial