MALANG KOTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang memberikan edukasi kepada sedikitnya 500 siswa SMKN 2 Malang. Siswa Samupahita diberikan edukasi terkait simpanan pelajar dan perilaku keuangan lainnya.
Analis Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Malang Erna Tigayanti memberikan materi bertema Masa DepanKU Cerah Melalui Literasi Keuangan. Ia membuka materinya dengan sindrom generasi milenial yang mengikuti tren FOMO (fear of missing out) dan YOLO (you only live once) serta maraknya penipuan investasi.
Dalam kesempatan itu, Erna juga memberikan wawasan tentang perbedaan menabung dan investasi. "Menabung dapat menjadi cadangan dana untuk masa depan. Sedangkan investasi dapat menjadi penghasilan tambahan. Menabung berpotensi kerugian nilai mata uang karena inflasi, sementara investasi juga berisiko berfluktuasi atau merugi," papar Erna.
Erna juga mengajak para pelajar untuk mengikuti program inklusi keuangan pelajar yaitu Simpel (Simpanan Pelajar). Karena, selain murah, mudah, dan aman. Pembukaan rekening Simpel bisa dilakukan meski belum memiliki KTP. "Selain itu bebas biaya administrasi, setoran awalnya cuma Rp 5.000 dan bank tempat menabung yang aman," bebernya.
OJK juga memberikan pemahaman produk investasi bagi generasi muda. Antara lain reksadana, tabungan emas, saham, dan lainnya.
Panitia ulang tahun ke-62 Samupahita Fina Ristanti SPdGr mengapresiasi kedatangan OJK ke SMKN 2 Malang. "Ini hal baru bagi kami. Kami bersyukur siswa kami mendapat edukasi keuangan dari OJK," ungkapnya.
Editor : Didik Harianto