Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mendikdasmen Akan Memangkas Muatan Mata Pelajaran di Sekolah? Mapel Apa Saja yang Hilang?

Aditya Novrian • Selasa, 15 April 2025 | 19:00 WIB
Potret Abdul Mu
Potret Abdul Mu

RADAR MALANG—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengumumkan akan memangkas muatan mata pelajaran (mapel) untuk mewujudkan rencana penerapan metode pembelajaran secara mendalam atau bisa disebut deep learning.

Pemegang Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa pada metode pembelajaran deep learning, siswa-siswi akan belajar secara lebih mendalam dan kontekstual.

Oleh karena itulah, Mendikdasmen mengungkapkan, diperlukan pemangkasan muatan materi pembelajaran di sekolah agar siswa-siswi bisa belajar lebih fokus dan mendalam.

“Karena pembelajaran mendalam itu menekankan pembelajaran yang lebih konstruktivis, ini merupakan teori pelajaran konstruktivis, kemudian deep learning proses, proses pembelajaran ini mendalam dan berpikir tingkat tinggi,” ungkap Abdul Mu’ti pada hari Jumat (11/4/2025) di Kantor Kemendikdasmen.

Untuk hal ini, menurut dia, pembelajaran yang berarti, mendalam, dan kontekstual, serta memberikan kesempatan untuk para siswa harus memiliki pendalaman dari apa yang telah mereka pelajari selama ini.

Jadi, pelajaran-pelajaran mana saja yang materinya akan mengalami pemangkasan?

Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa pemangkasan materi pembelajaran akan diterapkan pada seluruh mata pelajaran.

Meski begitu, ia belum merinci seberapa besar pengurangan tersebut secara persentase.

“Berlaku untuk semua mata pelajaran,” katanya.

Sebelumnya, telah diinformasikan bahwa Mendikdasmen Abdul Mu'ti berencana memperkenalkan metode pembelajaran deep learning di lingkungan sekolah.

Menurut Mu'ti, metode ini bertujuan agar siswa dapat menyerap materi secara lebih mendalam dan memahami makna dari proses belajar itu sendiri.

“Untuk saat ini masih proses rencana “deep learning” ini,” kata Abdul Mu’ti saat pada hari Senin (17/2/2025) di acara Seminar Nasional dan Sosialisasi Program Deep Learning yang ditayangkan secara daring.

Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam hanya akan berhasil diterapkan apabila jumlah materi yang diberikan kepada siswa tidak berlebihan.

Ia menegaskan bahwa isi pembelajaran perlu disesuaikan dengan kapasitas pemahaman siswa, mengutamakan esensi dari setiap materi, serta mampu diterapkan dalam berbagai situasi atau konteks yang berbeda.

Mu’ti menyampaikan bahwa setiap individu memiliki gaya belajar yang unik.

Oleh karena itu, pendekatan deep learning didasarkan pada tiga asas utama yang berbeda, yaitu sadar (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful).

Asas pertama, mindful, merujuk pada proses pembelajaran yang dijalani secara sadar dan penuh perhatian.

Dalam praktiknya di ruang kelas, seorang pendidik perlu menghargai setiap murid serta memberi mereka keleluasaan untuk mengeksplorasi metode belajar yang sesuai dengan diri mereka.

Selanjutnya adalah prinsip meaningful, yang mengacu pada pencarian makna dari materi pelajaran serta pemahaman atas manfaatnya.

Pembelajaran tidak sekadar menghafal, tetapi juga mendalami tujuan dan kebermanfaatan ilmu tersebut.

Terakhir, prinsip joyful menekankan pentingnya merayakan pencapaian dalam memahami makna dan manfaat ilmu, sekaligus mengapresiasi dampak positifnya bagi kehidupan sosial. (Talita)

Editor : Aditya Novrian
#mata pelajaran #mendikdasmen #abdul mu'ti #pendidikan #sekolah