MALANG KOTA – Pekan depan, pendaftar seleksi nasional berbasis tes (SNBT) bakal melaksanakan Ujian Berbasis Komputer (UTBK). Ujian tersebut digelar serentak dari 23 April sampai 3 Mei. Sebanyak 34 ribu pendaftar SNBT bakal mengikuti UTBK di Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM).
Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB Arif Hidayat mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan untuk menggelar UTBK sejak bulan Maret lalu. Salah satunya dengan melakukan simulasi di seluruh ruangan.
”Di tempat kami, ada 58 ruang ujian yang disiapkan,” kata dia.
Puluhan ruang ujian itu tersebar di 16 lokasi. Seperti di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB. Di sana juga terdapat satu ruang ujian yang diperuntukkan bagi peserta disabilitas.
Baca Juga: Jangan Sampai Didiskualifikasi! Pahami Aturan Berpakaian UTBK SNBT 2025
”Untuk jumlah peserta disabilitas ada 16 orang dengan kondisi yang berbeda-beda. Seperti daksa, rungu, dan netra,” imbuh Arif.
Pelaksanaan UTBK untuk peserta reguler dengan peserta yang memiliki disabilitas tentu berbeda. Untuk peserta reguler, mereka akan terbagi dalam 14 sesi. Sementara peserta dengan disabilitas, hanya ada tiga sesi karena memerlukan peralatan khusus dan akses menuju ruangan yang ramah.
Selain itu, peserta disabilitas akan mendapat pendampingan khusus yang bekerja sama dengan Subdirektorat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (SLDPI) UB. Satu peserta akan mendapat satu pendamping. Para pendamping sudah disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Mereka juga tidak diperbolehkan memberi intervensi.
”Sebagai contoh untuk difabel low vision biasanya dibantu mengatur tampilan komputer agar terlihat jelas,” ucapnya.
Baca Juga: 121.671 Peserta SNBT Daftar di 4 Kampus Malang
Di tempat lain, Kepala Sub Direktorat Seleksi UM Rizky Firmansyah menyebut ada 14.826 pendaftar SNBT yang akan mengikuti UTBK di tempatnya.
”Nantinya UTBK akan digelar dalam beberapa sesi. Setiap sesi diikuti sekitar 1.200 peserta,” sebutnya.
Terkait materi untuk UTBK, dia menyebut bahwa fokusnya masih pada tes potensi skolastik (TPS). Yang terdiri dari penalaran umum, pengetahuan dan pemahaman umum, pemahaman bacaan dan menulis, serta pengetahuan kuantitatif.
Satu lagi tes literasi yang meliputi literasi dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris serta penalaran matematika. Setelah UTBK, hasilnya akan diumumkan. Pengumuman tersebut dilakukan pada 28 Mei mendatang. (mel/by)
Editor : Aditya Novrian