MALANG – Tantangan era digital yang makin kompleks menjadi sorotan dalam gelaran International Conference of Business, Law, Health, Tourism, Education, Science, and Technology (ICONBHTECH) 2025 yang diselenggarakan Kamis (17/4) kemarin. Konferensi internasional ini digelar di Auditorium STIKES Maharani, dan menghadirkan pemateri dari tiga negara: Indonesia, Jepang, dan Malaysia.
Konferensi yang mengusung tema “Innovation and Development Management for Sustainable Growth in Disruptive Era” ini merupakan kolaborasi tiga perguruan tinggi di bawah naungan NMC Group. Yakni, Sekolah Tinggi Teknik Multimedia Internasional, STIKES Maharani, dan Akademi Pariwisata dan Perhotelan Ganesha.
Salah satu pembicara utama, Assoc. Prof. Dr. Anas Firman Adi, S.E., S.Kom., S.H., M.H., M.Pd, menekankan pentingnya inovasi dan pengelolaan strategis dalam menghadapi era disrupsi digital. Lewat materi berjudul “Assessing Innovation and Development Performance in the Disruptive Era”, Anas menyebut konferensi ini sebagai momentum akademik yang strategis.
“Ini bukan sekadar seminar biasa, tapi wadah penting untuk para akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan bertukar gagasan serta solusi inovatif demi menjawab tantangan manajemen global di era digital,” ujar Anas yang juga menjabat sebagai President Director Japan International Program.
Selain Anas, tampil pula narasumber lain dari dalam dan luar negeri, di antaranya Dr. dr. Fauzan Adima, M.Kes., M.Ars., FISQUA dari RS Saiful Anwar Malang, Mr. Yoshifumi Ida dari General Foundation Hospital Hyogo, Jepang, serta Assoc. Prof. Dr. Rozaini Binti Rosli dari Lincoln University, Malaysia.
ICONBHTECH 2025 diikuti sebanyak 670 peserta dari berbagai kalangan, dengan rincian 200 peserta hadir secara langsung dan 470 mengikuti secara daring. Usai sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi prosiding oleh para pemakalah dari berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Dari hasil konferensi ini, para peserta sepakat bahwa kunci sukses menghadapi disrupsi global adalah adaptasi, riset mendalam, dan kemitraan strategis. Tiga hal tersebut diyakini akan menjadi landasan dalam merumuskan strategi bisnis dan manajemen yang lebih efektif serta kompetitif.