MALANG - Memilih sekolah untuk anak bukan perkara mudah. Apalagi jika pilihan itu adalah sekolah berasrama—tempat di mana anak akan tinggal jauh dari orang tua, belajar mandiri, dan menghadapi tantangan hidup lebih awal. Namun, dari banyak cerita tentang kehidupan asrama, kisah Rara dari SMA ‘Aisyiyah Boarding School Malang (SMA ABSM) menjadi contoh nyata bahwa pilihan ini bisa menjadi titik balik kesuksesan anak.
Syarrafa Najwa Sugiyono, atau akrab disapa Rara, adalah satu dari sekian banyak siswa yang mengalami transformasi luar biasa di SMA ABSM. Awalnya, Rara adalah pribadi yang tertutup. Bahkan, sempat muncul keinginan dari dirinya untuk keluar dari sekolah saat duduk di kelas XI. Tapi waktu dan pembinaan yang berkesinambungan di lingkungan boarding school perlahan mengubah segalanya.
“Setelah sekolah di sini, anak saya mengalami banyak perubahan. Dulu sempat mau keluar dari sini, tapi setelah kelas XI ternyata sudah nyaman,” tutur Sugiyono, ayah Rara, mengenang masa-masa sulit putrinya.
Kenyamanan itu ternyata bukan datang dari fasilitas semata, tapi dari sistem pembinaan yang terstruktur, guru-guru yang peduli, dan komunitas teman sebaya yang saling mendukung. Di sekolah berbasis boarding seperti SMA ABSM, anak tidak hanya diajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, dan nilai-nilai keislaman.
Hasilnya pun nyata. Rara tumbuh menjadi siswa yang tak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga bersinar di ranah non-akademik. Ia berhasil meraih Medali Emas dalam Kejuaraan Silat KONI Cup ke-4 di Kota Batu, sekaligus dinyatakan lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi (SNBP) tahun 2025.
“Saya mengucapkan terima kasih, atas semua bimbingan yang diterima di sini. Anaknya nyaman, dan nilainya bisa bagus,” ungkap Sugiyono dengan bangga.
SMA ‘Aisyiyah Boarding School Malang memang dirancang bukan sekadar tempat belajar, tapi menjadi rumah kedua yang mendampingi perjalanan tumbuh-kembang siswa. Dengan pembiasaan ibadah, program kemandirian, dan kegiatan ekstrakurikuler yang terarah, siswa ditempa untuk menjadi pribadi utuh—siap menghadapi dunia.
Melalui kisah Rara, kita diingatkan bahwa keberhasilan bukan selalu soal awal yang sempurna, tapi tentang proses tumbuh bersama lingkungan yang tepat. Dan di sinilah sekolah berasrama seperti SMA ABSM punya peran istimewa.(*/lid)
Editor : Kholid Amrullah