MALANG KOTA – Di sela tahapan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), kampus-kampus mulai membuka jalur mandiri.
Salah satunya adalah Universitas Negeri Malang (UM).
Pada tahun 2025 ini, UM membuka kuota jalur mandiri untuk 4.653 mahasiswa baru (maba).
Kuota tersebut lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai 4.980 maba.
Hal ini karena UM ingin mengoptimalkan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan SNBT.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., mengatakan pihaknya membuka enam skema di jalur mandiri.
Skema tersebut terdiri dari seleksi mandiri jalur prestasi, jalur leadership, jalur skor UTBK, tes masuk berbasis komputer (TMBK), jalur kemitraan, dan jalur kelas internasional.
"Setiap jalur terbagi beberapa macam lagi. Seperti seleksi mandiri jalur prestasi itu ada yang skema prestasi kejuaraan dan unggul Bahasa Inggris," kata Ibrahim, kemarin (2/5).
Setiap skema memiliki syarat dan ketentuan masing-masing.
Sebagai contoh, untuk skema mandiri jalur prestasi, peserta harus memiliki prestasi di tingkat nasional atau internasional.
Kemudian untuk jalur leadership, peserta bisa menyertakan bukti pernah menjadi pimpinan organisasi seperti Pramuka dan OSIS.
Jalur leadership juga diperuntukkan bagi pengurus Paskibraka minimal di tingkat kota atau kabupaten.
Ibrahim melanjutkan, UM telah membuka seleksi mandiri sejak 8 April.
Waktu pembukaan tiap jalur berbeda-beda.
Namun jalur mandiri yang paling akhir adalah jalur kemitraan.
"Untuk jalur kemitraan dibuka 8 April sampai 30 Juli," imbuh guru besar bidang manajemen pendidikan dasar tersebut.
Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menambahkan bahwa selain seleksi mandiri, pihaknya juga telah menyelenggarakan SNBP dan SNBT.
Untuk jalur SNBP, UM menerima 32.668 pendaftar, namun hanya 3.767 yang diterima sebagai mahasiswa baru.
Sementara untuk SNBT, ada 45.792 pendaftar dan sebanyak 4.196 mahasiswa diterima.
"Untuk jalur SNBT, yang resmi diterima masih menunggu pleno nasional tanggal 24 sampai 26 Mei di Jakarta," terangnya.
Hariyono menegaskan bahwa selama proses seleksi mahasiswa baru, pihaknya mengikuti regulasi dari pemerintah.
Proses seleksi juga akan berlangsung secara transparan, terbuka, dan akuntabel. (mel/by)
Editor : Aditya Novrian