Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perencanaan Dana Pendidikan Masukkan Komponen Inflasi

Fathoni Prakarsa Nanda • Rabu, 7 Mei 2025 | 18:43 WIB
Ilustrasi anak menabung uang (jcomp / freepik.com).
Ilustrasi anak menabung uang (jcomp / freepik.com).

MALANG KOTA Perencanaan dana pendidikan anak perlu mempertimbangkan kenaikan biaya sekolah yang di sebabkan inflasi.

Artinya, jumlah tabungan yang dikumpulkan tidak cukup hanya berpacu pada biaya pendidikan saat ini.

Itu karena tiap tahun inflasi pendidikan kian meninggi.

Sebagai gambaran, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia telah merilis perhitungan tabungan pendidikan berdasar inflasi.

Terhitung inflasi nasional berada di angka 1,03 persen.

Sementara inflasi pendidikan pada Maret 2025 sebesar 1,89 persen secara year on year (yoy).

”Di Kota Malang, kelompok pendidikan mengalami in flasi yoy sebesar 1,21 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Kota Malang Umar Sjaifudin.

Angka itu dihitung berdasar persentase perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) April 2024 dibandingkan IHK April 2025.

Menurut Umar, penting melakukan perencanaan sejak dini dalam pendidikan jangka panjang anak.

Mulai dari riset harga sekolah, minat dan bakat anak, hingga penganggaran dengan perhitungan inflasi.

Termasuk biaya transportasi anak dan uang saku.

“Nanti biaya pendidikan anak bisa di hitung dari laju inflasi tersebut,” lanjut Umar.

Namun, dia tetap mengingatkan bahwa sifat perhitungan itu tidak pasti karena inflasi berubah-ubah.

Bergantung IHK yang ikut naik-turun.

Berdasar simulasi finansial yang dibagikan OJK Indonesia, kenaikan biaya pendidikan tidak bersifat linear.

Melainkan mengikuti prinsip compound effect (efek majemuk).

Artinya, inflasi tiap tahun sejak masa menabung ditambahkan ke biaya yang sudah naik pada tahun sebelumnya.

Misalnya, orang tua yang memiliki anak berusia 2 tahun.

Dalam empat tahun kedepan anaknya sudah masuk SD.

Maka bisa di asumsikan angka Rp 5 juta sebagai biaya masuk SD saat ini dengan inflasi 1,21 persen.

Biaya yang dikeluarkan pada tahun selanjutnya menjadi sekitar Rp 5.060.000. Begitu seterusnya hingga tahun 2028, biaya yang harus dikeluarkan saat daftar SD menjadi sekitar Rp 5.247.800.

Rumus perhitungan itu bisa di terapkan untuk perkiraan biaya pendidikan anak ditingkat pendidikan selanjutnya.

Sifatnya tidak pasti karena inflasi bisa naik turun tiap tahun.

Namun setidak nya perubahan biaya pendidikan yang cukup signifikan sudah di amankan oleh orang tua. (aff/fat)

Editor : A. Nugroho
#pendidikan #tabungan #inflasi