MALANG KOTA – Sejak April lalu, empat kampus negeri di Kota Malang bersiap membuka pendaftaran mahasiswa baru (maba) untuk jalur mandiri.
Total kuota yang dibuka mencapai 14.542 mahasiswa (selengkapnya baca grafis). Pembukaan pendaftaran jalur itu akan berlangsung sampai Juli nanti. Kampus pertama yang membuka seleksi mandiri yakni Universitas Negeri Malang (UM).
Seleksi di sana sudah dimulai pada 8 April lalu. Tahun ini, UM membuka enam skema di jalur tersebut.
Yakni seleksi mandiri jalur prestasi, jalur leadership, jalur skor UTBK, jalur tes masuk berbasis komputer (TMBK), jalur kemitraan, dan jalur kelas internasional.
Baca Juga: Kuota Maba Jalur Mandiri di Universitas Negeri Malang Menyusut
Wakil Rektor I Bidang Akademik UM Prof Dr Ibrahim Bafadal MPd mengatakan, enam jalur mandiri itu memiliki ketentuan yang berbeda.
Sebagai contoh, di jalur leadership harus menyertakan buktibukti pernah menjadi pimpinan organisasi di OSIS, MPK, Pramuka, atau Paskibraka.
”Kemudian untuk jalur prestasi terbagi lagi menjadi skema kejuaraan dan prestasi unggul berbahasa Inggris,” kata Ibrahim.
Di skema kejuaraan, minimal harus di tingkat nasional atau internasional. Sementara prestasi unggul berbahasa Inggris memiliki persyaratan berupa skor tertentu yang dicapai calon pendaftar dalam IELTS, TOEFL IBT, Duolingo, atau TOEFL ITP.
Baca Juga: Tanpa Uang Pangkal, 5 PTN Ini Buka Jalur Mandiri 2025
Selanjutnya ada jalur TMBK. Jalur tersebut memberi peluang bagi pelajar di beberapa daerah yang tidak lolos SNBP untuk mengikuti tes di enam lokasi yang ditentukan. Enam lokasi tersebut yakni di Jakarta, Lombok, Jogjakarta, Balikpapan, Medan, dan Kampus UM.
Seluruh persyaratan tersebut bisa diakses secara lengkap pada laman resmi https:// seleksi.um.ac.id. Rangkaian seleksi mandiri itu akan berakhir sekitar bulan Juli.
”Di jalur kemitraan, kami membuka mulai 8 April sampai 30 Juli,” imbuh guru besar bidang manajemen pendidikan dasar tersebut.
Terkait program studi (prodi) favorit, Ibrahim menyebut salah satunya adalah keperawatan. Kemudian ada psikologi, manajemen, hingga pendidikan guru sekolah dasar (PGSD). Ibrahim menambahkan, total yang diterima untuk jalur mandiri berjumlah 4.653 maba.
Jumlah tersebut hanya 10 persen dari total pendaftar dan lebih sedikit dibanding tahun lalu dengan 4.890 mahasiswa.
Pembukaan jalur mandiri juga dilakukan Universitas Brawijaya (UB). Kampus yang berlokasi di Jalan Veteran itu membuka kuota untuk sekitar tujuh ribu maba.
”Jumlahnya sama seperti tahun lalu,” sebut Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB Arif Hidayat.
Secara persentase, jalur mandiri UB menampung 50 persen maba. Lebih besar dibanding SNBP sebanyak 20 persen atau 3.739 mahasiswa. Juga jalur SNBT 30 persen atau 5.715 mahasiswa.
Baca Juga: UM dan UB Terima 7.506 Maba Jalur Prestasi
Total ada tiga skema yang dibuka di jalur mandiri. Yakni skema mandiri prestasi, skema mandiri rapor, serta skema mandiri melalui skor UTBK. Setiap skema memiliki ketentuan masing-masing.
”Sebagai contoh untuk jalur prestasi minimal di tingkat provinsi, nasional, atau internasional,” sebut Arif.
Selain ketiga jalur tersebut, ada seleksi mandiri untuk penyandang disabilitas. Serta program vokasi dan PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama). Kemudian ada IUP (International Undergraduate Program) Intake 3 untuk mahasiswa asing.
Pembukaan seluruh jalur dimulai 12 Mei sampai Juli mendatang. Secara umum, calon pendaftar harus lulusan SMA se-derajat atau paket C paling lama tahun 2023 dari sekolah terakreditasi.
Baca Juga: UM dan UB Terima 7.506 Maba Jalur Prestasi
Bagi pendaftar dari luar negeri membutuhkan surat penyetaraan ijazah dari kementerian pendidikan.
Persyaratan di jalur-jalur lain bisa diakses melalui laman https://selma.ub.ac.id. Di tempat lain, Pembantu Direktur I Polinema Kurnia Ekasari menyatakan kalau pihaknya akan membuka seleksi mandiri mulai 28 Mei mendatang.
Ada dua skema seleksi yang dibuka. Yakni mandiri konsorsium yang dilaksanakan bersama dengan politekik negeri se-Indonesia. Satu lagi adalah seleksi mandiri Polinema.
”Seluruh seleksi tersebut dilaksanakan menggunakan komputer atau Computer Based Test (CBT),” terang Eka.
Lokasi ujian di Kampus Utama Polinema, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 9 Malang. Setiap skema juga memiliki persyaratan. Untuk mandiri konsorsium misalnya, peserta yang memilih program studi rekayasa tidak boleh buta warna.
Kemudian, pendaftar bisa memilih tiga prodi sebidang. Yakni dua program studi di kampus polinema dan satu program studi di politeknik negeri lain.
”Seleksi mandiri konsorsium berlangsung sampai akhir Juni,” tambah perempuan yang juga dosen di Prodi D3 Akuntansi tersebut.
Ditanya terkait jalur favorit, Eka menyebut beberapa prodi. Antara lain D3 teknik mesin, D3 administrasi bisnis, D3 teknologi pertambangan, D3 teknik sipil, D4 teknik informatika, hingga D4 manajemen pemasaran.
Sementara itu, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) membuka seleksi jalur mandiri mulai 19 Mei nanti.
Baca Juga: Universitas Brawijaya Siapkan Kuota 3.000 Maba di Jalur SNBP
Ada tiga jalur yang disediakan untuk 1.680 maba. Yaitu Mandiri Prestasi, Mandiri Tes, dan Mandiri Non-Tes.
Jalur mandiri prestasi terbuka bagi seluruh program studi S1 kecuali Pendidikan Dokter. Ketentuan mengikuti seleksi di jalur tersebut cukup ketat.
Melalui seleksi wawancara prestasi meliputi hafalan Alquran, olahraga, kesenian. juga ada al qiroatul kutub, hafalan hadits, hingga olimpiade sains.
Sementara di jalur mandiri dengan tes, calon mahasiswa diuji dalam lima bagian. Mulai dari penalaran matematika, penalaran skolastik, literasi bahasa, literasi ajaran Islam, dan baca tulis Alquran. Syaratnya, calon mahasiswa merupakan lulusan SMA/ SMK Sederajat dalam tiga tahun terakhir.
Baca Juga: Kuota Maba di UM Bertambah 544 Orang
”Khusus Kedokteran dan Farmasi, calon mahasiswa harus menyertakan nilai UTBK,” ujar Kepala Bagian Akademik Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (AAKK) UIN Maliki Malang Imam Ahmad.
Ketentuan itu berlaku pada jalur mandiri non-tes. Sejauh ini, jurusan yang paling banyak diminati di UIN Maliki Malang terbagi menjadi dua. Yaitu jurusan di bidang keilmuan umum seperti Kedokteran, Farmasi, Psikologi, dan Manajemen.
Sementara di bidang keilmuan keagamaan, ada Pendidikan Agama Islam (PAI) yang jadi favorit. Sejak awal, UIN Maliki menetapkan kuota 25 persen di jalur mandiri.
Padahal, ketentuan maksimal pusat bisa membuat mereka menampung 30 persen maba dari jalur mandiri.
”Kalau memungkinkan nanti kami maksimalkan hingga 30 persen,” pungkas Imam. (mel/aff/by)
Editor : Aditya Novrian