MALANG KOTA – Untuk mendongkrak jumlah pendaftar, SMP swasta bakal diikutkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.
Total, ada 55 SMP swasta yang masuk dalam daftar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Mereka turut mengikuti SPMB 2025 pada Juni mendatang. Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang Muflikh Adhim mengatakan, ada beberapa sekolah swasta yang bakal mengikuti SPMB 2025. Salah satunya SMP Sriwedari.
”Tidak ada kriteria bagi sekolah swasta yang ingin ikut. Namun memang dari 88 SMP swasta, yang memungkinkan ikut baru 55 SMP swasta,” kata dia.
Adhim melanjutkan, selama ini orientasi masyarakat masih ke sekolah negeri. Sebab, sekolah negeri dirasa lebih murah. Padahal, ada SMP swasta yang SPP-nya terjangkau. Kemudian sekolah swasta juga sudah mendapat bantuan operasional dari pemkot maupun pemerintah pusat.
Baca Juga: Dispendik Surabaya Luncurkan Panduan SPMB SD-SMP, Siswa Mulai Ambil Pin SPMB SMP Negeri Hari Ini
Karena itu, pihaknya memasang daftar SMP swasta agar menampung limpahan anak-anak yang tidak diterima di SMP negeri. Sistem SPMB online untuk SMP swasta tidak berbeda dengan periode sebelumnya. Saat masih menggunakan istilah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
”Jadi nanti bisa kombinasi memilih di SMP negeri dan SMP swasta,” imbuh pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Swasta Kota Malang Rudiyanto menyambut baik rencana SPMB online untuk SMP swasta. Pihaknya juga sudah diajak berkomunikasi oleh Disdikbud Kota Malang. Rencananya, tahun ini masih dalam tahap pengenalan.
Artinya, biaya SPMB online sepenuhnya ditanggung dinas. Jika pelaksanaannya berjalan lancar, bukan tidak mungkin pada tahun 2026 dan seterusnya akan dilanjutkan. Pada periode-periode sebelumnya, mereka juga sudah pernah mengikuti sistem penerimaan murid bersama sekolah negeri. Namun hasilnya belum signifikan.
Baca Juga: Ribuan SD di Kabupaten Malang Sediakan 33.432 Kursi untuk SPMB
Rudiyanto menyebut, beberapa hari pertama pendaftaran biasanya 10 sampai 15 anak yang mendaftar. Namun menjelang hari terakhir, para pendaftar berkurang. Bahkan tahun 2024 sempat terjadi error pada sistem yang berpengaruh terhadap berkurangnya jumlah pendaftar.
”Sekolah swasta yang banyak mendapat pendaftar biasanya yang memang dikenal masyarakat dan berada di kawasan padat,” sebut lelaki yang juga Kepala SMP Sriwedari itu.
Terpisah, SMP Mardi Wiyata Yoseph Banggo menyatakan kalau pihaknya rutin mengikuti seleksi bersama. Mereka sudah ikut selama sekitar lima tahun terakhir. Yoseph menyebut kalau biasanya dinas rutin menawarkan sekolah untuk ikut.Namun tidak semua mau karena belum bisa memberikan dampak signifikan untuk menambah jumlah pendaftar. Di luar SPMB online, pihaknya juga membuka pendaftaran secara mandiri. Itu sudah dilakukan sejak Agustus 2024.
”Kami membuka tiga rombel dengan total 96 murid. Tersisa untuk beberapa murid lagi dan akan kami tutup,” ungkap Yoseph. (mel/by)
Editor : Aditya Novrian