MALANG - SMKN 7 Malang menutup tahun 2024 dengan mendulang berbagai prestasi baik oleh siswa maupun guru. Salah satu prestasi guru diraih oleh Siti Hanik Zubaidah, pengampu mata pelajaran IPAS kelas X dalam lomba terkait inovasi pembelajaran.
Hanik berhasil meraih prestasi sebagai juara 2 Video For Teachers yang diselenggarakan oleh JKPKA (Jaring-jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air) dan Jasa Tirta I Malang.
Dalam lomba ini Hanik mengangkat model pembelajaran Water Inkuiri dengan pemanfaatan aplikasi pada smartphone. Model pembelajaran ini sekaligus mengantar Hanik sebagai peserta terbaik Sayembara dari Kota Malang dalam ajang Sayembara Penggerak Pendidikan Jawa Timur 2024.
Pada lomba ini, Hanik mengangkat judul Optimalisasi Aplikasi GL-CT (Google Lens- CountThings) dengan Model Pembelajaran Water Inkuiri. “Inovasi ini saya harapkan dapat memantik semangat anak-anak dalam belajar dan meningkatkan kepeduliannya pada lingkungan sekitar. Anak-anak tidak dapat terlepas dari smartphone, sehingga perlu dicoba mengaitkannya dengan aplikasi yang menarik pada smartphone,” jelasnya.
Video pada lomba ini memaparkan kegiatan berburu makroinvertebrata bersama siswa. Dalam kegiatan ini, digunakan aplikasi pada smartphone. Aplikasi ini digunakan untuk mengetahui nama hewan makroinvertebrata beserta jumlahnya.
Hasil identifikasi ini pada akhirnya digunakan untuk menentukan kualitas air Sungai. Kualitas air sungai dari hasil pembelajaran ini dapat digunakan menjadi salah satu dasar untuk menentukan solusi bersama berbagai pihak terkait penanganan sungai.
Prestasi sebagai juara 2 Video for Teachers digunakan sebagai modal untuk mengikuti ajang lomba berikutnya yaitu Sayembara Penggerak Pendidikan Jawa Timur 2024 yang diselenggarakan oleh Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur.
Pada ajang sayembara, guru SMKN 7 ini masih mengangkat tema peduli sungai. Berbeda dengan beberapa lomba lainnya, pada sayembara Pendidikan Jawa Timur ini mensyaratkan adanya naskah yang ditulis dengan teknis STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, dan Refleksi). Kondisi lingkungan sekolah dapat dijadikan sebagai latar belakang situasi dari aksi praktik baik/inovasi.
Pembelajaran Water Inquiri ini dicetuskan pertama kalinya oleh koordinator JKPKA yaitu Soetarno Said. Sintaks dari model ini diakronimkan dengan GOADC.
Langkah ini terdiri dari Grouping (pembentukan kelompok), Observation (berburu makroinvertebrata di sungai dan mengidentifikasinya dengan aplikasi), Analizing (memasukkan hasil identifikasi pada rumus dan membandingkan dengan standart IKA), dan Communication (presentasi).
Sebagai tindak lanjut dari praktik baik ini, Hanik telah menyampaikan rencana program Peduli Sungai pada tanggal 26 Januari dan pada hari peduli Sampah Nasional 2025 ke beberapa tim penggiat adiwiyata di Kota Malang.
Siti Hanik Zubaidah, S.Pd., M.Pd.
Ketua Adiwiyata SMKN 7 Malang dan Guru IPAS SMKN 7 Malang
Editor : A. Nugroho