Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rayakan 125 Tahun Yayasan Sekolah Katolik Cor Jesu, Suguhkan Drama Perjuangan Suster Ursulin

Aditya Novrian • Sabtu, 7 Juni 2025 | 18:30 WIB
MERIAH: Sebanyak 500 siswa KB hingga SMAK Cor Jesu menampilkan drama perjuangan suster Ursulin pada Kamis (5/6) malam.
MERIAH: Sebanyak 500 siswa KB hingga SMAK Cor Jesu menampilkan drama perjuangan suster Ursulin pada Kamis (5/6) malam.

MALANG KOTA – Panggung megah di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) pada Kamis (4/6) menjadi saksi perjalanan 125 tahun Yayasan Sekolah Katolik Cor Jesu. Sekitar 500 siswa dari jenjang TK hingga SMA tampil total dalam drama kolosal berjudul Cahaya Sancta Trinitas.

Pentas seni itu mengangkat kisah heroik para suster Ursulin yang membangun fondasi pendidikan Katolik di Kota Malang. Mereka melewati masa penjajahan hingga menghadapi wabah mematikan. Ratusan pasang mata dari kalangan wali murid, alumni, hingga masyarakat umum dibuat terpukau oleh penampilan yang memadukan seni teater, tari, dan musik itu.

KOMPAK: Jajaran kepala sekolah dari unit KB-TK, SD, SMP, SMA dan SMK Cor Jesu meniup lilin ulang tahun bersama-sama.
KOMPAK: Jajaran kepala sekolah dari unit KB-TK, SD, SMP, SMA dan SMK Cor Jesu meniup lilin ulang tahun bersama-sama.

Pertunjukan tersebut menjadi puncak rangkaian perayaan ulang tahun ke-125 Yayasan Cor Jesu yang telah berdedikasi dalam dunia pendidikan sejak 1899. ”Anak-anak kami libatkan penuh dari TK sampai SMA. Ini bukan sekadar pentas, tapi sarana menanamkan nilai Serviam—melayani dengan cinta, kasih, dan integritas,” ujar Kepala SMAK Kampus Cor Jesu Agatha Ariantini.

Selama satu tahun, para siswa berlatih dan mempersiapkan pementasan ini. Tak hanya soal estetika panggung, tapi juga bagaimana menanamkan semangat pelayanan dan kebersamaan. Cor Jesu ingin membentuk generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga berjiwa luhur dan religius.

Tak hanya drama utama, berbagai pertunjukan seni turut memeriahkan acara. Dari tarian Nusantara oleh siswa KB-TKK, hingga permainan angklung dan kolintang dari jenjang SD. Tak ketinggalan, siswa SMP dan SMA juga menampilkan tarian- tarian tradisional dengan semangat penuh.

”Puncaknya memang kemarin, tapi sebelumnya sudah banyak kegiatan seperti bakti sosial hingga lomba- lomba,” imbuh Agatha. Ia berharap, di usia ke-125 tahun ini, Kampus Cor Jesu terus memberi kontribusi nyata bagi pendidikan Indonesia.

Sekaligus mencetak lulusan yang berkarakter kuat dan beriman. Sementara itu, Ketua Yayasan Cor Jesu Fitri Murniarti menegaskan bahwa usia yang matang bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Yayasan Dhira Bhakti Kampus Cor Jesu harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

”Meski dunia semakin menantang, kami percaya karya Tuhan tidak pernah berhenti. Kami ingin suster Ursulin tetap tumbuh dan hadir di Kota Malang,” ungkapnya penuh harap. Ia pun yakin, di tengah derasnya arus globalisasi, keajaiban Tuhan tetap bekerja.

Karya pelayanan para suster Ursulin akan terus hidup, menjadi cahaya bagi generasi muda di tengah gempuran zaman.

(aff/adn)

Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : A. Nugroho
#um #Cor Jesu #Kota Malang #sekolah katolik