MALANG KOTA – SD Muhammadiyah 8 Kota Malang sukses menggelar Gebyar P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) selama tiga hari mulai 26–28 Mei lalu. Kegiatan itu melibatkan siswa kelas 1 hingga 5 dalam berbagai proyek kreatif bertema kearifan lokal dan keterampilan hidup.
Sebagai bagian dari implementasi kurikulum merdeka, setiap jenjang mendapatkan proyek berbeda. Kelas 1 membuat batik celup sebagai pengenalan seni tradisional. Kelas 2 merangkai tanaman gantung dari barang bekas, menunjukkan kepedulian lingkungan.
Kelas 3 menghias sandal bermotif batik, sedangkan kelas 4 berkreasi menghias talenan kayu bermotif khas daerah. Puncaknya, kelas 5 berkunjung ke Sentra Batik LKP Soendari untuk belajar langsung proses membatik, mulai dari menggambar pola, mencanting, hingga mewarnai kain.
Kepala SD Muhammadiyah 8 Etika Susilowati SPd menegaskan, kegiatan dirancang agar siswa belajar secara kontekstual dan menyenangkan. ”Lewat proyek ini, mereka belajar bekerja sama, menghargai budaya, dan bangga terhadap karya sendiri,” ujarnya.
Koordinator kegiatan Ela Desti Berlianingrum SPd menyebut Gebyar P5 berhasil berkat kolaborasi antara guru, orang tua, dan komunitas lokal. ”Anak-anak terlihat antusias dan kreatif sepanjang kegiatan,” tuturnya.
Salah satu siswa kelas 5 Najwa Khaira mengaku senang belajar membatik langsung. “Ternyata sulit tapi seru. Saya bangga bisa membawa pulang hasil karya sendiri,” katanya.
Kegiatan Gebyar P5 diharapkan menjadi inspirasi pembelajaran berbasis budaya di sekolah lain.
(adn)
Editor : A. Nugroho