MALANG – Cap negatif kerap disematkan kepada siswa jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) oleh masyarakat. Hal ini terjadi karena banyak kenakalan dan pelanggaran yang beberapa kali dilakukan oleh siswa TSM, baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Sering terdengar di telinga para guru tentang keluh kesah warga sekitar sekolah tentang siswa TSM yang kebut-kebutan di jalan. Tidak jarang pula, pihak sekolah memanggil wali murid untuk datang ke sekolah karena ada anaknya yang sering melanggar aturan.
Dikenal nakal dan suka melanggar, tidak membuat patah semangat siswa TSM untuk meraih prestasi.
Prestasi itu telah ditorehkan dengan mengikuti kegiatan SMK Skill Kontes di Kampus 2 ITN Malang. Kegiatan ini berlangsung di tanggal 31 Mei 2025. Kegiatan yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian acara Dies Natalis ITN ke-56.
SMKN 1 Ampelgading mengirimkan salah satu siswa terbaiknya yaitu M. Reyhan Maulana kelas XI TSM 2.
M. Reyhan Maulana di bawah bimbingan Ari Setiawan selaku guru produktif jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) berhasil masuk 10 besar sebagai peserta terbaik.
Dari ajang tersebut, SMKN 1 Ampelgading berhasil mendapatkan predikat baik di kategori SMK Performance Evaluation (SPE). Selain itu, sekolah mendapatkan donasi mesin serbaguna dari Yamaha senilai 2 juta rupiah.
Prestasi ini berhasil meruntuhkan citra buruk yang selama ini melekat pada sejumlah siswa TSM.
Semangat dan ketekunan M. Reyhan diharapkan dapat tertular kepada siswa TSM yang lain.
“Kami tidak akan merasa puas dengan hasil ini, saya sebagai pembimbing berharap lebih banyak lagi prestasi yang akan diraih” ungkap Ari Setiawan selaku guru pembimbing.
Sekolah berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan motivasi. Sekolah berharap tidak hanya TSM, tetapi jurusan lain juga mampu menorehkan prestasinya.
Artikel ini ditulis oleh Elkana Hardini, Guru SMKN 1 Ampelgading
Editor : A. Nugroho