Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mahasiswa KKN Fakultas Pertanian UB Dampingi Petani Tembakau Kenali Nutrisi Tanah

Galih R Prasetyo • Kamis, 7 Agustus 2025 | 16:50 WIB
PENGABDIAN MASYARAKAT: Mahasiswa KKN Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya mengedukasi petani tembakau di Desa Klinter, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, beberapa waktu lalu.
PENGABDIAN MASYARAKAT: Mahasiswa KKN Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya mengedukasi petani tembakau di Desa Klinter, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, beberapa waktu lalu.

PASURUAN - Mahasiswa KKN Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya melakukan pendampingan petani tembakau di Desa Klinter, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan yang berlangsung mulai 1 sampai 31 Juli itu dibimbing Dr Lenny Sri Nopriani SP MP. Dosen ahli di bidang ilmu tanah dan kesuburan lahan. 

Dalam kegiatan itu Dr Lenny mengajak para petani untuk memahami pentingnya kandungan nutrisi dalam tanah sebagai fondasi produktivitas pertanian. Petani dikenalkan pada unsur hara penting. Seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, serta gejala kekurangan yang dapat dikenali langsung dari kondisi tanaman. 

”Tanah bukan sekadar tempat menanam. Ia adalah sumber utama nutrisi tanaman. Kalau kita tahu apa yang dibutuhkan, perlakuannya akan lebih tepat dan hasilnya akan lebih optimal,” ujar Dr Lenny di hadapan kelompok tani. Selain penyuluhan teknis, para mahasiswa KKN juga mengembangkan dan menerapkan tiga karya teknologi tepat guna. 

Mulai dari inovasi parfum tembakau sebagai upaya diversifikasi produk pertanian ramah lingkungan. Pojok Tani, sebuah media belajar berbasis kebun mini atau raised bed yang dibuat di sekolah dasar untuk memperkenalkan pertanian sejak dini. Terakhir, kegiatan pengembangan varietas unggul dan praktik budidaya tembakau berkelanjutan.

Salah satu petani tembakau Imron mengatakan, mendapat banyak hal baru dari kegiatan tersebut. ”Saya baru tahu kalau tanah itu bisa kekurangan zat tertentu, dan itu pengaruhnya langsung ke hasil panen,” katanya. Selama ini, dirinya hanya ikut cara lama saja. Sekarang, dia jadi lebih paham kenapa hasil panennya kadang tidak maksimal. 

Kegiatan tersebut juga mendukung sejumlah agenda tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Di antaranya, pendidikan yang berkualitas (SDG 4), konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12) serta kehidupan di darat (SDG 15). (gp)

Editor : A. Nugroho
#Pertanian #universitas brawijaya #malang #tembakau #KKN