KEPANJEN – Jumlah sekolah unggulan di Bumi Kanjuruhan bakal mengerucut. Mulanya diusulkan 40 sekolah, kemudian hanya 34 sekolah yang masuk nominasi. Dari hasil visitasi oleh perguruan tinggi negeri (PTN) yang digandeng pemerintah kabupaten (Pemkab) Malang, diperkirakan akan dikerucutkan menjadi 15 sekolah, yakni SD-SMP.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Suwadji menyampaikan, sekolah unggulan awalnya hanya ditetapkan 15 sekolah. Namun pihaknya akan mengupayakan supaya bisa memaksimalkan di 17 sekolah. “Kami akan mengusulkan 10 SMP negeri dan tujuh SD negeri. Ini masih belum bisa kami pastikan. Nanti kalau sudah ditetapkan, akan kami tindak lanjuti dengan keputusan bupati,” ujar Suwadji di Pendapa Agung Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu.
Untuk jenjang SMP ada SMPN 4 Kepanjen, SMPN 3 Kepanjen, SMPN 1 Kepanjen, SMPN 1 Wagir, SMPN 1 Singosari, SMPN 3 Singosari, SMPN 1 Karangploso, SMPN 1 Bululawang, SMPN 1 turen, dan SMPN 1 Tumpang. Sekolah-sekolah tersebut akan dipilih oleh salah satu PTN berdasar hasil visitasi terakhir. Visitasi itu untuk menentukan kelengkapan sarana prasarana, kelayakan, dan lain-lain.
Sedangkan untuk jenjang SD dibagi berdasar wilayah tujuh eks pembantu bupati. Sehingga, dia melanjutkan, sekolah tersebut ada di Kecamatan Singosari, Pujon, Kepanjen, Tumpang, Turen, Pagak, dan Lawang. Sebagai contoh ada SDN Pagentan 1 dan SDN Panggungrejo 4. Ke depan, begitu sudah terbentuk sekolah unggulan, akan ada pengimbasan atau pemberian dampak kepada sekolah lain di wilayah tersebut.
“Sekolah unggulan akan ditetapkan tahun ini. Kami upayakan Agustus sudah clear penetapannya atau maksimal awal September supaya bisa segera kami launching,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Seperti diberitakan anggaran yang disiapkan oleh salah satu PTN itu sekitar Rp 3 miliar. Dengan adanya sekolah unggulan tersebut, diharapkan sekolah negeri dapat menghasilkan alumni dengan nilai akademik rata-rata 90 dari 100. Setidaknya di empat mata pelajaran. Yakni matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Tidak hanya kemampuan intelektual, siswa juga diharapkan memiliki kecerdasan emosional dan spiritual.
Dia juga menjabarkan, terdapat empat kompetensi yang diharapkan dapat dimiliki siswa-siswi dari sekolah unggulan. Yakni religius, nasionalis, cerdas, dan kompetitif. Religius, artinya siswa memiliki iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nasionalisme, siswa-siswi tidak terpengaruh ekstrem kanan maupun ekstrem tinggi. Seperti prinsip dalam profil pelajar Pancasila. Selanjutnya, kecerdasan, baik akademik, spiritual, dan emosional. “Ketika empat aspek itu ada dalam diri siswa-siswi, maka dia akan memiliki daya saing,” pungkasnya. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho