KEPANJEN – Siswa-siswi SMP di Bumi Kanjuruhan banyak yang memiliki nilai di atas rata-rata. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang mengungkap, tahun ini ada 4.987 siswa dengan nilai rata-rata 90 ke atas untuk empat mata pelajaran. Yakni matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.
Kepala Disdik Kabupaten Malang Suwadji menyampaikan, dari ribuan siswa unggul tersebut, 17 di antaranya berhasil masuk SMA Taruna. Mulai dari SMA Taruna Nusantara Pagak, SMA Taruna Nala Malang, SMA Taruna Brawijaya Kediri, SMA Taruna Nusantara Magelang, SMA Taruna Bhayangkara Banyuwangi, dan SMA Taruna Krida Nusantara Bandung.
“Kami terus berupaya meningkatkan prestasi anak didik kami, utamanya dengan meningkatkan kompetensi guru,” ujar Suwadji kemarin (26/8).
Dia menyebut, peningkatan kompetensi guru tersebut dilaksanakan melalui berbagai kegiatan. Mulai dari pelatihan, bimbingan teknis (bimtek), sarasehan, forum diskusi tentang pendidikan bermutu, lomba-lomba terkait inovasi belajar, karya tulis, dan keterampilan tepat guna, serta pemberian beasiswa untuk pendidikan lanjutan.
Pejabat eselon II B Pemkab Malang itu juga menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan siswa-siswinya supaya dapat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan baik. Di antaranya dengan membuat program sukses TKA untuk SD dan SMP, bedah kisi-kisi TKA, serta menggiatkan Kelompok Kerja Guru (KKG) kelas 6 dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) kelas 9. “Kemudian ada juga latihan TKA berbasis komputer. Kami meminta program kegiatan masing-masing sekolah melalui pendampingan pengawas sekolah,” kata dia.
Tahun ini, Pemkab Malang juga akan membentuk sekolah unggulan. Diharapkan, sekolah tersebut dapat menghasilkan alumni dengan nilai akademik rata-rata 90 dari 100 di empat mata pelajaran. Tidak hanya kemampuan intelektual, siswa juga diharapkan memiliki kecerdasan emosional dan spiritual. “Ada empat kompetensi yang kami harap dapat dimiliki siswa-siswi dari sekolah unggulan. Yakni religius, nasionalis, cerdas, dan kompetitif,” ucap mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang itu.
Religius artinya siswa memiliki iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nasionalisme terkait siswa-siswi tidak terpengaruh ekstrem kanan maupun ekstrem kiri, seperti prinsip dalam profil pelajar Pancasila. Selanjutnya kecerdasan, baik akademik, spiritual, dan emosional. “Ketika empat aspek itu ada dalam diri siswa-siswi, maka dia akan memiliki daya saing,” pungkasnya. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho