MALANG – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menunjukkan empati atas tragedi yang menimpa santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo.
Tak hanya memberikan pemulihan trauma (trauma healing) pasca insiden tersebut, kampus yang sudah berdiri lebih dari dua dekade lalu ini juga siap memberikan kuota golden ticket pada para santri.
Bahkan ke depan, UIN Maliki juga akan memberikan pendampingan konsultasi pendirian ponpes di sejumlah daerah.
Hal tersebut dikatakan Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana, S.Ag, M.Pd saat menggelar sarasehan bersama sejumlah media massa di ruang Rektor UIN Maliki Malang, siang tadi (6/10).
“Bersama Menteri Agama, kami sudah datang ke sana. Dan selanjutnya, kami akan turun langsung untuk melakukan trauma healing bagi para santri” ujarnya.
Prof Ilfi menambahkan, UIN Maliki Malang merasa tragedi ini merupakan duka yang mendalam. Bukan hanya bagi santri dan keluarganya, tetapi juga pesantren dan dunia pendidikan Islam.
Karena itulah, UIN Maliki Malang juga berkomitmen untuk menjamin pendidikan bagi para korban yang selamat dan ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan. “Kami siapkan privilege berupa golden ticket bagi adik-adik kita tersebut (santri Al Khoziny, Red),” bebernya.
Tak hanya trauma healing dan golden ticket, Ilfi melihat tragedi ini kampus juga punya tanggung jawab nyata untuk memastikan bangunan ponpes benar-benar aman untuk santri berkegiatan sehari-hari.
Bekerja sama dengan kampus lain, Ilfi mengatakan dosen dan mahasiswa UIN Maliki Malang khususnya dari fakultas teknik bisa memberikan pendampingan dan konsultasi atas pembangunan ponpes di sejumlah daerah.
“Mereka bisa terjun langsung ke lapangan dan membantu perencanaan hingga proses pembangunan ponpes yang lebih baik,” tandasnya.
Editor : A. Nugroho