MALANG KOTA - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menginstruksikan seluruh sekolah lebih selektif dalam penerimaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini setelah ditemukan sejumlah makanan beraroma tak sedap di Lowokwaru, pekan lalu.
Dia mendukung pihak sekolah tak segan mengembalikan menu MBG yang tidak layak konsumsi. Hal ini merupakan upaya pencegahan agar tidak terjadi keracunan massal di Kota Malang. ”Seperti yang sudah saya sampaikan, guru harus teliti dulu (menu MBG) sebelum diberikan kepada anak,” ujar Wahyu kemarin.
Hal ini, lanjut Wahyu, harus diterapkan kepada sekolah lain. Mereka berhak menolak makanan yang dianggap membahayakan kesehatan peserta didik. Agar lebih jelas, dalam waktu dekat pemkot bakal membuat aturan khusus untuk pengembalian makanan.
”Kami akan membuat semacam aturan kondisi apa saja sekolah bisa mengembalikan menu MBG. Akan dikoordinasikan dengan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di seluruh Kota Malang," tandas pria yang pernah menjabat Sekda Pemkab Malang itu.
Terkait temuan menu beraroma tak sedap beberapa hari lalu, Wahyu menegaskan, pihaknya sudah menginstruksikan dinas kesehatan (dinkes) untuk melakukan pemeriksaan. Jika ditemukan pelanggaran, pemkot bakal melaporkan hal tersebut Badan Gizi Nasional (BGN).
”Kalau ditemukan kesalahan, pertama akan ada teguran ke SPPG dan laporan ke pusat. Karena kami sudah mengumpulkan seluruh kepala SPPG agar menaati SOP,” tegas pria penghobi koleksi jam tangan itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menyampaikan hasil pemeriksaan sampel makanan di laboratorium memasuki tahap akhir. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui penyebab aroma tidak sedap. Bisa disebabkan oleh jamur, bakteri, atau faktor lainnya.
”Sampel sudah diambil dan ditanam di media kami, pertumbuhan jamur, bakteri, atau virus butuh waktu tiga hari sejak ditanam,” terang Husnul.
Dari sisi kesehatan, dia mengatakan, makanan beraroma tidak sedap karena banyak faktor. Mulai bahan yang digunakan, proses penyimpanan, hingga kebersihan peralatan masak. ”Beruntung temuan ini sebelum dikonsumsi, sehingga bisa mengantisipasi hal yang tidak diinginkan seperti keracunan,” tandasnya. (adk/dan)
Editor : A. Nugroho