MALANG KOTA - Sejak beroperasi Juli lalu, empat siswa di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 Kota Malang mengundurkan diri. Alasannya beragam. Mulai pindah ke luar kota hingga faktor kesehatan.
Di Kota Malang ada dua sekolah rakyat yang beroperasi. Yakni SRMP 16 berlokasi di Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang dan SRMA atau jenjang SMA di Bareng, Klojen.
Kepala Dinas Sosial-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito menerangkan, siswa yang mundur seluruhnya merupakan jenjang SMP. Untuk jenjang SMA, sementara ini tidak ada laporan siswa yang mengundurkan diri.
Donny merinci alasan siswa mundur. Di antaranya faktor orang tua ingin anaknya belajar agama di pondok pesantren (ponpes). Sedangkan dua murid dinyatakan sakit sehingga tidak bisa melanjutkan proses belajar mengajar.
"Karena keadaan memang mereka tidak mau lagi di sekolah rakyat, kami tidak bisa memaksa," ujar Donny.
Dia menerangkan, penggantian siswa yang mundur tidak memerlukan waktu lama. Hal ini karena ada database yang dimiliki Pemkot Malang.
Ketika ada kursi kosong, anak yang masuk dalam database akan ditawarkan masuk sekolah rakyat. Jika bersedia, dia langsung bisa diterima menjadi siswa di sekolah tersebut.
”Teman-teman di PKH itu ada cadangannya. Semacam data yang berhak mengikuti sekolah rakyat. Ketika ada yang mundur, tidak susah mencari pengganti," tandas mantan kepala Bagian Humas Pemkot Malang itu.
Terpisah, Kepala SRMP 16 Kota Malang Rida Apriliyasanti membenarkan empat siswanya mengundurkan diri. Dia menekankan, hal itu tidak mengganggu proses pembelajaran.
"Penggantinya langsung cepat, sehingga siswa baru ini bisa langsung beradaptasi dengan teman-temannya dan cara pembelajaran di SRMP 16," kata Rida.
Hingga akhir Oktober ini, pihaknya masih menunggu dua fasilitas yang belum dikirim. Yaitu laptop untuk seluruh siswa dan papan pembelajaran digital.
Menurut informasi, Rida mengatakan, pengiriman masih dilakukan secara bertahap. "Beberapa sekolah rakyat menerima, kami kebetulan belum. Saat ini masih proses," pungkasnya. (adk/dan)
Editor : A. Nugroho