KEPANJEN - Pembelajaran secara digital terus dikembangkan di Kabupaten Malang. Dimulai dari tingkat dasar. Salah satunya dengan memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) atau smartboard. Metode tersebut membuat materi yang disampaikan guru dapat lebih mudah dipahami siswa.
Sebab, siswa dapat berinteraksi langsung dengan materi secara digital. Baik menulis maupun menggambar. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Suwadji menyampaikan, sekolah-sekolah yang sudah siap dengan perkembangan Informasi dan Teknologi (IT) mulai menerapkan pembelajaran tersebut. Seperti SMPN 4 Kepanjen, SMPN 3 Kepanjen, SMPN 1 Singosari, SDN 2 Mangunrejo, dan SDN 4 Panggungrejo
“Kami masih melakukan pendataan untuk menghitung jumlah sekolah yang sudah menerapkan IFP,” ujar pejabat eselon II B Pemkab Malang itu. Untuk diketahui, smartboard tersebut didapat dari pemerintah pusat. Tepatnya dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI kepada sekolah tanpa melalui pemerintah daerah.
Kepala SMPN 3 Kepanjen Margo Sujono Hadi menyampaikan, di sekolahnya sudah tersedia dua smartboard. Satu smartboard diletakkan di ruang pertemuan dan satu lagi di ruang multimedia. Pembelajaran koding dasar pun sudah mulai disampaikan di kelas multimedia. “Smartboard sudah dimanfaatkan siswa-siswi untuk belajar. Seperti presentasi dan penjelasan materi oleh guru,” kata Margo.
Menurutnya, smartboard tersebut sangat bermanfaat dalam menunjang sistem belajar-mengajar di sekolah. Sebab, fiturnya interaktif. Sehingga siswa dan guru dapat menyentuh layar secara langsung untuk menulis, menggambar, dan memberi catatan tanpa proyektor tambahan.
Selain itu, smartboard juga telah terintegrasi dengan beberapa sumber belajar digital dan dapat digunakan untuk berbagai aktivitas. Mulai dari menampilkan video pembelajaran hingga kuis interaktif. Hal yang sama juga diterapkan di tingkat dasar.
Kepala SDN 4 Panggungrejo Istirochah menyampaikan, pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sudah diberikan kepada setiap kelas. Guru yang mengajar di sekolah tersebut juga sudah beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Pihaknya juga sudah memanfaatkan smartboard sebagai media pembelajaran.
Sudah ada tiga smartboard yang dimanfaatkan. Di antaranya dimanfaatkan oleh siswa-siswi kelas VI dan siswa-siswi yang tertarik di bidang olimpiade Matematika, IPA, dan IPS (MIPAS). “Meskipun semua siswa kami unggul, tetapi ada beberapa anak yang memang pantas untuk kami dorong supaya lebih berkembang,” pungkasnya. (yun/by)
Editor : A. Nugroho