Malang - Tim dosen dari Departemen Sastra Arab (DSA), Fakultas Sastra (FS), Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan komitmennya dalam inovasi pembelajaran bahasa Arab melalui pengembangan EQAWI (Electronic Book Qawaidullughoh ‘Arabiyyah Ibtidaiyyah). Produk ini dirancang menggunakan pendekatan Student Centered Learning (SCL) untuk meningkatkan keterlibatan, kemandirian belajar, dan pemahaman mahasiswa terhadap konsep dasar tata bahasa Arab. Tim tersebut terdiri atas Moh. Fauzan, S.Pd., M.Pd.I selaku ketua, Dr. Moch. Wahib Dariyadi, M.Pd., dan Moh. Fery Fauzi, S.Pd., M.Pd.I selaku anggota.
Fauzan menjelaskan, Pengembangan EQAWI dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan pembelajaran modern yang menuntut media lebih interaktif, mudah diakses, dan relevan dengan profil pembelajar generasi digital. Tim dosen pengembang yang terdiri dari para ahli linguistik Arab, teknologi pendidikan, serta praktisi pembelajaran bahasa, berkolaborasi secara intensif selama beberapa bulan untuk menghasilkan media yang komprehensif dan mudah digunakan pembelajaran lebih interaktif dan berpusat pada mahasiswa.
Menurut ketua tim pengembang, media EQAWI dirancang untuk mengatasi tantangan klasik dalam pembelajaran qawaid yakni pemahaman yang dianggap kaku, abstrak, dan sulit diikuti oleh mahasiswa tingkat awal. Dengan pendekatan SCL, mahasiswa tidak lagi menjadi penerima pasif, tetapi justru diarahkan menjadi pembelajar aktif yang mampu mengeksplorasi materi secara mandiri.
“SCL membantu mahasiswa memetakan konsep secara mandiri dan terlibat langsung dalam proses belajar. Melalui EQAWI, mereka tidak hanya membaca, tetapi juga berlatih, menganalisis, dan memproduksi contoh bahasa,” ujar salah satu dosen anggota tim saat ditemui di Fakultas Sastra UM. E-book ini tidak hanya berisi penjelasan kaidah, tetapi juga dilengkapi dengan latihan interaktif, ilustrasi kontekstual, peta konsep, dan fitur refleksi yang membantu mahasiswa melakukan evaluasi diri.
Berbasis Teknologi, Respons Kebutuhan Generasi Digital
Di tengah perkembangan teknologi informasi, EQAWI dikembangkan dalam format digital yang mudah diakses melalui laptop, tablet, maupun ponsel. Hal ini memungkinkan mahasiswa belajar kapan saja dan di mana saja.
“Mahasiswa kita adalah digital native. Karena itu, media pembelajaran harus mampu mengikuti pola belajar mereka,” ungkap tim pengembang lainnya.
Pengembangan EQAWI juga melibatkan uji coba terbatas yang menunjukkan bahwa mahasiswa merasa lebih mudah memahami materi tata bahasa, lebih termotivasi, dan lebih sering berdiskusi dengan teman selama pembelajaran.
Dukungan Fakultas dan Arah Pengembangan Selanjutnya
Dekan FS UM memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ini. Menurutnya, EQAWI bukan hanya produk, tetapi juga wujud penguatan tradisi akademik berbasis riset dan pengembangan. “Kami mendorong para dosen untuk terus berinovasi. Produk seperti EQAWI sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, apalagi di era di mana digitalisasi pendidikan sudah menjadi keharusan,” ujar Fauzan. Tim pengembang berencana memperluas EQAWI ke level menengah dan lanjutan, sekaligus menambahkan fitur video pembelajaran dan integrasi dengan platform LMS.
Kontribusi Nyata untuk Pendidikan Bahasa Arab di Indonesia
Dengan hadirnya EQAWI, Universitas Negeri Malang kembali menegaskan posisinya sebagai kampus pembawa perubahan dalam inovasi pembelajaran bahasa. E-book ini diharapkan dapat digunakan tidak hanya di UM, tetapi juga oleh lembaga pendidikan bahasa Arab di seluruh Indonesia.
“Inovasi ini menjadi langkah maju bagi pengembangan pedagogi bahasa Arab. Kami berharap produk ini membantu mahasiswa lebih mencintai belajar qawaid,” tutup ketua tim pengembang (*)
Editor : Indra Andi