MALANG KOTA – Meski masih dilakukan pembahasan, Universitas Negeri Malang (UM) memastikan kuota mahasiswa baru (maba) yang diterima tahun ini lebih banyak. Itu seperti tren peningkatan daya tampung maba di UM dalam dua tahun terakhir.
Pada 2024 lalu, kampus tersebut menetapkan kuota untuk 12.112 maba. Bertambah 2,3 ribu dari tahun sebelumnya. Selanjutnya pada 2025 kembali meningkat menjadi 12.656 mahasiswa.
Diperkirakan, jumlah maba di UM tahun ini mencapai 13 ribu orang. Direktur Kemahasiswaan UM Dr Heny Kusdiyanti SPd MM menuturkan, pihaknya belum menetapkan daya tampung resmi untuk tahun ajaran 2025-2026. Sebab masih dilakukan pembahasan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI.
”Hari ini (Selasa) rektor sedang ke Jakarta untuk membahas tentang daya tampung mahasiswa baru. Sehingga kami belum bisa menyampaikan kuota maba 2026,” ujarnya. Meski masih dalam pembahasan, Heny bisa memastikan bakal ada penambahan kuota seperti tahun sebelumnya.
Dia menyebut, penambahan daya tampung itu dilakukan setelah melihat animo pendaftar UM yang terus meningkat setiap tahun. Pada 2024 misalnya, pendaftar UM di jalur SNBT dan SNBP mencapai di atas 71 ribu orang. ”Peningkatan kuota tahun ini kemungkinan mendekati ribuan,” imbuhnya.
Untuk diketahui, kuota maba tahun 2025 lalu bertambah 544 dibanding tahun 2024. Dengan estimasi Heny, total kuota penerimaan maba di UM pada tahun ini diperkirakan mencapai 13.300 sampai 13.500 orang.
Di tempat terpisah, Kepala Bagian Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang Imam Ahmad menyebut bahwa daya tampung untuk dua jalur seleksi utama maba belum dirilis pihaknya. Yakni jalur SNBP dan SNBT. ”Kami masih menunggu persetujuan dari rektor,” ucap dia.
Meski begitu, pihaknya sudah membuka penerimaan mahasiswa baru pada jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN). Jadwal seleksi SPAN-PTKIN bisa diakses di laman resmi UIN Maliki Malang.
Secara garis besar, seleksi SPAN-PTKIN dimulai pada 5 Januari sampai 7 Februari 2026. Dilanjutkan dengan tahap lain seperti verifikasi data hingga pengumuman hasil seleksi. (adk/mel/by)
Editor : Aditya Novrian