Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kick Off Harlah Satu Abad NU PWNU Jatim Digelar Khidmat di Unisma

Aditya Novrian • Kamis, 8 Januari 2026 | 15:49 WIB

Photo
Photo

MALANG KOTA – Peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan oleh PWNU Jawa Timur berlangsung khidmat dan penuh makna. Kick Off peringatan satu abad NU ini secara resmi dibuka di Auditorium Prof Dr M. Tolchah Hasan Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (7/1).

Acara tersebut dihadiri alim ulama, masyayikh, tokoh nahdliyyin, civitas akademika Unisma, serta jajaran Pengurus PWNU Jawa Timur yang terdiri dari Mustasyar, Syuriyah, Katib, dan Tanfidziyah. Turut hadir Wakil Gubernur Jawa Timur, anggota DPRD Jawa Timur, serta Forkopimda Malang Raya.

Momentum satu abad NU ini menjadi penegasan komitmen organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut untuk terus memperkuat eksistensinya dalam khidmat kepada Islam, Indonesia, dan peradaban dunia. NU meneguhkan kembali pentingnya memperkokoh jam’iyyah—persatuan dalam ukhuwah—sebagai fondasi utama kontribusi NU bagi umat dan bangsa.

Rektor Unisma Prof Drs H. Junaidi, MPd PhD menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Unisma sebagai tuan rumah Kick Off Harlah Satu Abad NU PWNU Jawa Timur. Ia menegaskan kesiapan Unisma untuk mendukung penuh seluruh agenda besar NU.

Photo
Photo

Hal senada disampaikan Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Mahfud. Sesuai tema Harlah Satu Abad NU, yakni Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, Kontribusi, dan Membangun Peradaban, Gus Kikin,sapaan akrabnya, menyebut NU sebagai rumah besar bersama yang menyatukan ulama dan umara dalam satu barisan perjuangan.

"Jam’iyyah di NU bukan sekadar perkumpulan jasmani, tetapi juga ruhani. Kita dipersatukan oleh hati. Karena itu, berbagai persoalan internal dapat diselesaikan dengan baik,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh warga NU untuk terus menguatkan peran kultural dalam mengawal dan mendampingi umat, tidak hanya melalui jabatan struktural. Sebagai tuan rumah, Prof. Junaidi kembali menegaskan komitmen Unisma yang mengusung dua slogan utama.

Pertama, Unisma dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia, yang menegaskan bahwa Unisma lahir dari rahim Nahdlatul Ulama. Kedua, Unisma Terbang Melesat Menuju World Class University sebagai tekad untuk terus berkembang menjadi universitas kelas dunia.

Berbagai capaian membanggakan pun telah diraih Unisma, di antaranya sebagai Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) terbaik di Indonesia dan PTNU pertama yang meraih Akreditasi Unggul Institusi. Saat ini Unisma menempati peringkat 53 nasional dari ribuan PTN dan PTS serta peringkat 173 di tingkat Asia Tenggara.

Dalam rangka Harlah Satu Abad NU, Unisma juga menebar program beasiswa. Sebanyak 100 kuota beasiswa KIP disiapkan, serta potongan UKT sebesar Rp1.926.000 bagi calon mahasiswa baru yang mendaftar pada 7–31 Januari 2026. Angka tersebut melambangkan tahun lahir NU, 1926, sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan Unisma terhadap NU.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Dr Emil Elestianto Dardak BBus MSc PhD dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan NU yang telah mencapai usia satu abad. Menurutnya, peran NU dalam membina umat dan mendidik bangsa sudah tidak diragukan.

"Rekam jejak NU sangat nyata untuk negeri ini. Peran kiai dan santri dalam mengawal kemerdekaan bangsa, termasuk melalui resolusi jihad, sangat menentukan berdirinya NKRI,” ujarnya.

Emil menegaskan bahwa keberadaan NU merupakan berkah bagi bangsa Indonesia. Melalui pesantren, masjid, dan langgar, NU telah mencerdaskan masyarakat hingga ke pelosok negeri. Karena itu, ia menilai pemerintah perlu terus berkolaborasi dan mendukung peran NU dalam membangun bangsa. (llk)

Editor : Aditya Novrian
#satu abad #UNISMA #NU