MALANG KOTA – Halaman SMPN 6 Kota Malang dipadati ratusan siswa berkostum tari, kemarin (15/1). Mereka tampil dalam pementasan kolosal tari Reog Ponorogo untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 sekolah tersebut. Sebanyak 300 siswa kelas IX terlibat langsung dalam pertunjukan yang menjadi agenda puncak perayaan ulang tahun.
Perayaan HUT SMPN 6 Kota Malang digelar selama dua hari dengan rangkaian kegiatan yang beragam. Mulai dari pementasan seni kolosal, peluncuran jingle terbaru sekolah, fun run, hingga agenda alumni mengajar. Seluruh pertunjukan seni yang ditampilkan merupakan hasil karya dan proses pembelajaran siswa selama satu semester.
Baca Juga: HUT Ke-65, SMPN 6 Kota Malang Usung Tema Menginspirasi dan Mengukir Prestasi
Pementasan tari Reog Ponorogo dipilih sebagai tema tari kolosal tahun ini. Para siswa laki-laki berperan sebagai warok, sementara siswa perempuan menampilkan tarian jathilan. Dengan kostum dan riasan khas, para siswa tampak menyatu dengan karakter yang dimainkan, menciptakan suasana megah di halaman sekolah.
“Setiap tahun tari kolosal yang ditampilkan selalu berbeda. Tahun ini kami memilih Reog Ponorogo karena sarat nilai budaya dan membutuhkan kekompakan,” ujar Humas SMPN 6 Kota Malang Yanti Karunia Lestari.
Menurutnya, persiapan pementasan dilakukan selama kurang lebih enam bulan sebagai bagian dari pembelajaran seni budaya.
Rangkaian peringatan HUT ke-66 diawali dengan istighotsah dan tasyakuran. Kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial berupa penyaluran 200 paket sembako kepada warga Kelurahan Bareng. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekolah sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Malang, Ngalam Ngopeni.
Baca Juga: SMPN 6 Malang Tanamkan Kedisiplinan lewat MPLS
Pada acara puncak, SMPN 6 Kota Malang juga menggelar fun run yang melibatkan siswa, guru, dan warga sekitar. Kegiatan ini sekaligus menjadi dukungan terhadap program Ngalam Tahes yang mendorong pola hidup sehat.
Tak hanya itu, agenda alumni mengajar turut mewarnai perayaan ulang tahun sekolah. Sejumlah alumni dari berbagai angkatan dan profesi hadir untuk berbagi pengalaman kepada para siswa.
“Tahun ini alumninya beragam, mulai dokter polisi, dosen, hingga psikolog, dari angkatan 1970-an sampai angkatan 2010,” lanjut Yanti.
Selain itu, sekolah juga memilih duta sekolah sebagai bagian dari upaya branding. Duta sekolah merupakan siswa berprestasi yang akan menjadi perwakilan SMPN 6 Kota Malang dalam berbagai kegiatan, termasuk sebagai host podcast, siaran radio, dan majalah sekolah. (aff)