Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Wisudawan Terbaik UB Teliti Dry Eye Disease dan One-Stop Wellness Center

Aditya Novrian • Minggu, 1 Februari 2026 | 14:15 WIB
MEMBANGGAKAN: Dua wisudawan Universitas Brawijaya Fathan Atthala dan Valerina Amara Pasha, S.Ars meraih predikat terbaik.
MEMBANGGAKAN: Dua wisudawan Universitas Brawijaya Fathan Atthala dan Valerina Amara Pasha, S.Ars meraih predikat terbaik.

KOTA MALANG - Mahasiswa Kedokteran Universitas Brawijaya angkatan 2021 Fathan Atthala lulus dengan predikat cumlaude. Capaian itu membuatnya jadi wisudawan terbaik Fakultas Kedokteran UB pada periode XIV TA 2025/2026. Fathan lulus dengan IPK 3,98.

Dia lulus setelah menyelesaikan skripsi berjudul Hubungan Tingkat Stres dengan Dry Eye Disease (DED) pada Daerah Rural di Kabupaten Malang. Penelitiannya dilakukan di Desa Mendalanwangi, Kabupaten Malang, dengan pendekatan analisis faktor psikososial dan kondisi kesehatan mata.

”Saya menemukan, tingkat stres seseorang memang memiliki keterkaitan dengan timbulnya dry eye disease. Artinya, penanganan pasien tidak cukup hanya berfokus pada terapi mata, tetapi juga perlu pendekatan komprehensif dan holistik dengan mempertimbangkan aspek psikososial,” ujar Fathan.

Menurutnya, sangat penting pengendalian stres sebagai bagian dari strategi terapi jangka panjang bagi penderita. Dalam penelitiannya, Fathan menyoroti bahwa dry eye disease merupakan penyakit mata kronis yang sering menimbulkan keluhan nyeri, rasa kering, sensasi berpasir, dan gangguan penglihatan. Kelompok berisiko meliputi lansia, perempuan, pengguna gadget dengan screen time tinggi, serta pemakaian lensa kontak.

Perjalanan akademik Fathan di FK UB dimulai pada tahun 2021. Selama menimba ilmu di kampus, dia juga aktif mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat melalui organisasi kemahasiswaan fakultas Saat ini Fathan tengah menjalani pendidikan profesi dokter (koas) di RSUD dr. Saiful Anwar. ”Pendidikan kedokteran di FK UB mengedepankan pendidikan karakter. Membentuk calon dokter yang dapat melayani pasien dengan layak,” tuturnya.

Sementara itu, Valerina Amara Pasha, S Ars mengkaji perancangan one-stop wellness center sebagai pusat layanan pemulihan terpadu yang berbeda dari fasilitas kesehatan konvensional seperti rumah sakit atau klinik. ”Fasilitas kesehatan pada umumnya bersifat parsial, berfokus pada penanganan fisik dan kuratif, maka one-stop wellness center dirancang sebagai sistem layanan yang mengintegrasikan aspek preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif dalam satu kesatuan ruang dan program”, jelasnya. Ada pengalaman sensori sebagai bagian integral dari proses pemulihan, bukan sekadar elemen estetis.

Menurutnya, one-stop wellness center merepresentasikan kebutuhan kesehatan holistik masyarakat modern. Mencakup dimensi fisik, mental, sosial, dan spiritual secara simultan dan saling terhubung. Dalam penelitiannya, menggabungkan pendekatan multisensoris dalam proses perancangan wellness center. (gp)

Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi

Editor : Aditya Novrian
#kedokteran #Cumlaude #kesehatan mata #UB #universitas brawiajaya #malang