MALANG KOTA – Rasa bangga, bahagia, dan haru mewarnai pertunjukan drama musikal perjalanan 75 Tahun Sejarah Kolese Santo Yusup (Kosayu). Berlangsung di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (UM) Jumat lalu (13/2), 600 siswa menampilkan aksi panggung yang memukau. Mereka berhasil menyedot perhatian sekitar tiga ribu tamu undangan.
Di atas panggung yang megah para siswa menampilkan perjuangan Kosayu berdiri. Digambarkan sebagai sebuah cahaya lewat sebuah setitik lilin. Itu merupakan perjuangan awal Pastor Joseph Wang yang kemudian makin membesar dan melibatkan banyak lilin. Kumpulan cahaya itu menjadi sebuah lentera yang menuntun jalan insan Kosayu untuk berkarya dan diberi kabar gembira, serta keselamatan dunia.
”Setelah itu mulai muncul api-api lain yang membentuk cahaya konstelasi sebagai gambaran alumni yang berkarya di seluruh penjuru dunia,” ujar Koordinator Pentas Seni 75 Tahun Hua Ind Herningtyas Nur Wulansari. Menurutnya, cahaya itu juga sebagai simbol dan harapan agar insan Kosayu bisa melanjutkan karya pendahulu di Hua Ind yang sudah 75 tahun berdiri hingga seterusnya. Salah satu scene ikonik dalam pentas tersebut berupa perjuangan hati murid, orang tua, hingga guru melawan godaan bermain ponsel dan kemegahan dunia maya.
Pertunjukan Jumat lalu (13/2) sekaligus menjadi pemantik semangat dan ungkapan rasa syukur insan Kosayu atas penyertaan Tuhan selama 75 tahun. Harapannya guru dan karyawan lebih bersemangat lagi untuk terus berkarya dan menanamkan nilai disiplin, kerja sama, hingga kepemimpinan. ”Puncak acara rangkaian 75th Hua Ind akan dilaksanakan bulan Agustus mendatang, dengan kegiatan Misa Syukur 75th Hua Ind, 50th Imamat Romo Hilarius Sutiono CDD, dan diakhiri dengan Temu Kangen Alumni berupa pesta rakyat kuliner asli Malang dimeriahkan dengan panggung terbuka”, ujar Ketua Umum Panitia 75th Hua Ind Maria Margaretha.
Sebelum puncak acara, pada bulan Maret akan dilaksanakan defile atau baris berbaris yang akan diikuti perwakilan unit. Defile dipilih sebagai salah satu mata acara rangkaian 75th Hua Ind karena di dalamnya sarat nilai universal yang bisa ditanamkan kepada para siswa seperti nilai kedisiplinan, kerja sama, ketaatan, kekompakan, kepemimpinan, dll.
Pada akhir defile, peserta akan membentuk formasi HUA IND dan memberikan penghormatan umum kepada para guru, karyawan, dan Purnabakti. Itu sebagai simbol bahwa setiap orang muda seharusnya hormat dan santun kepada seniornya. Lalu, pada April akan berlangsung Kegiatan Kekeluargaan Yayasan di Ubaya Training Center Pandaan. Kegiatan ini bersifat intern guru karyawan, dengan harapan lebih meningkatkan kekompakan, kerja sama dan rasa memiliki, sehingga Hua Ind semakin maju, jaya, dan berkualitas. (aff/gp)
Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi
Editor : Aditya Novrian