Kedokteran UIN Tergeser Prodi Farmasi
MALANG KOTA – Persaingan masuk kampus negeri lewat jalur prestasi semakin ketat. Tahun ini tercatat 76.450 peserta Seleksi Nasional Berbasis Berprestasi (SNBP) di empat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Malang.
Umumnya terjadi peningkatan peminat, kecuali universitas Brawijaya (UB) yang merosot, meski pagunya ditambah (selengkapnya lihat grafis).
Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) Universitas Brawijaya Arif Hidayat mengatakan, daya tampung untuk jalur SNBP tahun 2026 meningkat dibanding tahun lalu. Peningkatan sebanyak 189 kursi.
Namun jumlah peminat menurun. Total yang mendaftar ke UB lewat jalur SNBP tahun ini 33.498 jiwa. ”Terdiri atas 28.604 pendaftar pada pilihan pertama dan 12.237 orang pada pilihan kedua. Artinya, ada satu orang yang mendaftar studi,” jelas dia.
Arif menyebut, tahun lalu ada beberapa program studi dengan jumlah peminatter tinggi. Pada program studi menjurus ke sains dan teknologi (saintek), ada kedokteran dengan 1.158 peminat. Pada hal, daya tampungnya hanya 70 kursi.
Selain itu, ada farmasi yang di minati 890 pendaftar, sementara daya tampungnya 36 kursi. Kemudian program studi yang menjurus ke sosial dan humaniora (soshum) adalah psikologi yang peminatnya mencapai 807 orang dengan daya tampung 60 kursi. Selanjutnya adalah ilmu komunikasi yang memiliki 684 peminat dengan daya tampung 58 kursi. ”Tahun ini ada tiga besar program studi dengan peminat paling banyak. Yakni kedokteran, hukum, dan farmasi,” ungkap Arif.
Secara rinci, Arif menjelaskan, kedokteran mendapat 1.434 peminat. Kemudian ada 1.415 peminat program studi hukum dan 1.197 peminat program studi farmasi. Arif menyebut persaingan paling ketat untuk prodi kedokteran, yakni 1 banding 22. Artinya, 22 pendaftar bersaing memperebutkan satu kursi.
Kemudian persaingan di prodi hukum 1:10 dan farmasi 1:36. Kendati demikian, Arif meminta agar calon mahasiswa baru (camaba) tidak patah semangat dengan tingkat persaingan di masing masing program studi. Sebab, pihaknya menyediakan dua jalur lainnya. Yakni jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) yang daya tampung nya 5.833 kursi dan jalur mandiri yang daya tampung nya 9.209 kursi.
Pada jalur SNBT saat ini sedang dipersiapkan. Sebab oleh panitia penyelenggaraan seleksi penerimaan mahasiswa baru di tingkat pusat, UB diminta menjadi salah satu lokasi seleksi. ”Target panitia pusat, kami bisa menampung 1.520 orang untuk tes SNBT di UB. Namun kami masih menunggu hasil survei yang dilakukan antara tanggal 1924 Februari,” imbuh Arif.
Terpisah, Wakil Direktur I Polinema Prof Ratih Indri Hapsari ST MT PhD menyampaikan, tahun ini pihaknya membuka kuota untuk 1.649 mahasiswa pada jalur SNBP. 3.011 orang di antaranya mendaftar pilihan pertama. Lalu pilihan kedua 4.103 orang.
”Untuk proram studi yang memiliki banyak peminat ada D4 Teknik Informatika dengan total 566 pendaftar. Tingkat keketatannya 1:7,” beber Ra tih. Kemudian ada D4 Akuntansi Manajemen yang memiliki 434 peminat. Secara keketatan 1:6.
Lantas bagaimana dengan Universitas Negeri Malang (UM)? Tahun ini membuka 4.001 kursi jalur SNBP. Porsi itu naik dibanding tahun lalu yang hanya membuka 3.767 kursi. Seiring pertumbuhan kuota SNBP, peminat yang mendaftar di salah satu kampus dengan status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) itu ikut meningkat.
Terpantau ada 33.104 peminat yang memilih UM sebagai kampus tujuan. Rinciannya, 17.533 pilihan yang menem patkan UM di posisi pertama, sisa nya 15.571 pendaftar dengan menjadikan UM pilihan kedua. “Puluhan ribu peminat itu terhitung dari 25.664 pendaftar tahun ini,” ujar Kepala Sub Direktorat Seleksi UM Rizky Firmansyah.
Rizky mengungkap program studi paling diminati oleh manajemen. Peminatnya besar, tapi kuotanya tak banyak. Itu menjadikan persaingan di manajemen paling tinggi untuk jalur SNBP. Setelah manajemen, program studi lain yang juga tinggi peminat adalah psikologi, Pendidikan Guru SD (PGSD), kesehatan masyarakat, keperawatan, dan akuntansi. Rata rata menerima lebih dari seribu peminat.
Senada dengan peningkatan peminat di UM, UIN Maliki Malang juga mengalami hal serupa. Tahun ini membuka 1.003 kursi untuk jalur SNBP, sementara peminatnya mencapai 2.734 pendaftar. Rinciannya, 1.431 pendaftar menjadikan UIN Maliki Malang pilihan pertama, sisanya 1.659 peminatmen jadikan UIN pilihan kedua. Angka itu cenderung naik dibanding tahun lalu, hanya 1.693 pilihan dengan daya tampung 934 kursi.
“Tahun ini ada pergeseran minat program studi. Biasanya Farmasi menempati nomor satu digeser oleh Kedokteran,” ujar Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Maliki Malang Basri Zain. Baru posisi kedua adalah farmasi dan ketiga psikologi. Dia mencontohkan tahun ini ada 337 yang berminat ke kedokteran, namun hanya dijaring 25 saja. (mel/aff/dan)
Disunting Kembali: Diva Ayu Herdianasari
Editor : Aditya Novrian