MALANG - Sabtu sore (28/2) itu terasa berbeda di lingkungan SMA ‘Aisyiyah Boarding School Malang (ABSM). Langit yang mulai meredup menjelang waktu berbuka menjadi saksi sebuah langkah besar: peresmian asrama baru yang dinanti.
Di hadapan puluhan siswi, guru, dan para tokoh masyarakat, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang, Dr. M. Nurul Humaidi, M.Si., menyampaikan pesan yang menggema lebih dalam dari sekadar seremoni pembangunan gedung.
“Energi yang ada di ABSM ini bukan hanya sekadar energi intelektual, tapi juga energi spiritual sebagai dasar bagi prestasi dan keberhasilan anak-anak,” tuturnya.
Kalimat itu seolah merangkum ruh dari sekolah berasrama khusus putri tersebut. Bukan hanya tentang ruang tidur baru, dinding yang kokoh, atau fasilitas yang bertambah lengkap. Lebih dari itu, asrama ini menjadi ruang tumbuh - tempat ilmu dan iman berjalan beriringan.
Dalam sambutannya, Nurul Humaidi mengajak semua yang hadir untuk mengingat perjalanan panjang berdirinya kampus ini. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan para donatur yang setia membersamai proses pembangunan.
“Proses ini panjang. Kampus ini tentu tidak tiba-tiba. Ada proses mulai dari ketersediaan lahan dari Prof. Dr. Noorsyam (Alm.), akademisi terkemuka dari Universitas Negeri Malang,” ungkapnya.
Nama almarhum Prof. Noorsyam disebut dengan penuh penghormatan. Sebuah pengingat bahwa setiap bangunan besar selalu berdiri di atas niat baik dan kontribusi banyak orang. Dari wakaf lahan, donasi, hingga kerja kolektif Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kabupaten Malang—semuanya adalah mata rantai kebaikan.
“Semua adalah pelaku kebaikan, semoga Allah SWT membalas dengan kebaikan yang lebih besar,” lanjutnya.
Perkembangan ABSM sendiri bukan tanpa bukti. Sekolah ini terus mendapat kepercayaan masyarakat. Lulusannya diterima di berbagai perguruan tinggi bereputasi di Malang, Surabaya, Yogyakarta, Solo hingga Jakarta. Sebuah capaian yang lahir dari proses panjang pembinaan karakter dan akademik.
“Hal ini tidak terlepas dari bibitnya baik, prosesnya baik, maka hasilnya pun juga baik,” tegasnya.
Di hadapan para siswi yang duduk rapi menyimak, ia menyampaikan pesan penuh semangat. Dengan nada hangat namun tegas, ia menyebut bahwa akan menjadi kerugian jika tidak menjadi bagian dari ABSM. Bahkan menurutnya, sekolah ini sebenarnya sudah layak menerapkan iuran tinggi, namun pengelola memilih tetap mempertimbangkan keterjangkauan demi kebermanfaatan yang lebih luas.
“Terus semangat dan bangga menjadi bagian dari ABSM,” pesannya.
Momen peresmian ditandai dengan pemotongan pita bersama Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Malang, Dr. Apt. Mursyidah, M.Kes. Tepuk tangan mengiringi simbol dimulainya babak baru perjalanan ABSM. Para tokoh masyarakat yang hadir turut menyaksikan lahirnya ruang baru bagi generasi perempuan berkemajuan.
Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama. Para siswi, pimpinan, dan tamu undangan duduk dalam satu ruangan berdampingan. Gelas-gelas minuman dan kurma tersaji, menyatukan suasana haru dan syukur.
Asrama baru itu kini berdiri bukan sekadar sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai simbol komitmen: membangun generasi putri yang cerdas, berakhlak, dan siap menapaki masa depan dengan bekal energi intelektual sekaligus spiritual. Di tempat itulah, masa depan sedang dipersiapkan - pelan, tapi pasti! (*)
Editor : Kholid Amrullah