RADAR MALANG – Sistem pendidikan saat ini mulai bergeser tidak hanya sekedar penguasaan materi saja, akan tetapi dirancang untuk memiliki kemampuan berpikir secara mendalam juga perlu digagas pada sistem pendidikan di Indonesia.
Deep Learning adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada kedalaman pemahaman peserta didik melalui pengalaman belajar aktif, dan menghubungkan dengan contoh di kehidupan nyata.
Fokus utamanya adalah memastikan bahwa konsep yang diajarkan benar-benar dipahami dan dapat dihubungkan dengan realitas sehari-hari. Deep Learning terdiri dari 3 komponen penting, yakni Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
- Mindful Learning
Mengajak peserta didik untuk sadar sepenuhnya dan terlibat aktif dalam proses belajar, biasanya berupa pertanyaan pada diri sendiri seperti: Apa materi yang saya pelajari? Untuk apa saya mempelajari materi tersebut? Bagaimana cara saya mempelajari materi yang saya pelajari?
- Meaningful Learning
Konsep ini berarti pembelajaran harus dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata. Siswa menghubungkan materi yang dipelajari dengan pengalaman di kehidupan sehari-hari agar pembelajaran menjadi relevan dan mudah dipahami.
- Joyful Learning
Dirancang untuk membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan, menarik, aman dan nyaman, sehingga memotivasi peserta didik untuk aktif dan penyerapan materi menjadi lebih mudah.
Indonesia sudah menerapkan pendekatan pembelajaran ini sejak tahun lalu. Guru didorong untuk menyederhanakan konsep yang rumit, menjadi mudah dipahami, salah satunya dengan memberikan contoh nyata di kehidupan nyata.
Melalui pendekatan pembelajaran ini, diharapkan peserta didik di Indonesia mampu memiliki kedalaman intelektual yang diasah sejak mengenyam pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.
Penulis: Xeon Rhao Loudra Widadi
Editor : Aditya Novrian