KABUPATEN – Bantuan papan interaktif atau interactive flat panel (IFP) dari kementerian pendidikan dasar dan menengah (Kemendikdasmen) sudah masuk sekolah-sekolah. Di Kabupaten Malang tercatat ada 2.152 sekolah yang masuk daftar penerima.
”100 persen sudah terdistribusikan,” Sub Bagian Perencanaan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Anwar Eka kemarin.
Dia lantas merinci ribuan sekolah penerima bantuan tersebut. Terdiri atas 524 TK-KB, 33 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan 1 papan untuk Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Di jenjang TK, ada 558 sekolah yang menerima dan 238 SMP. Terakhir, ada 15 IFP untuk SPS (Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Sejenis) dan 6 papan untuk TPA. Sementara masih ada 28 sekolah yang belum konfirmasi.
Tahun ini, ada wacana IFP dibagikan lagi. Targetnya tiap sekolah memiliki 2-3 IFP agar lebih banyak dimanfaatkan siswa. “Kami sudah dengar kabarnya. Tinggal menunggu edaran resmi kementerian,” kata dia.
Anwar menuturkan, seluruh sekolah bersedia menerima papan pintar. Sebab pengadaan dari Kemendikdasmen sesuai kesediaan satuan pendidikan masing-masing melalui aplikasi Dapodik. Hingga saat ini pihaknya memantau distribusi IFP agar merata ke seluruh sekolah. “Karena tiap sekolah hanya diberi satu papan interaktif, penggunaannya diserahkan kepada sekolah” ujar Anwar.
Pembelajaran dengan IFP bisa menjadikan anak-anak lebih interaktif, kolaboratif, multimodal, dan bermakna. Selain itu, penggunaannya berpengaruh positif terhadap motivasi belajar. Pemahaman konsep pembelajaran dan keterampilan abad 21 juga lebih mudah diakses dan dipahami peserta didik.
Dengan papan itu, dia berharap siswa memahami pelajaran dengan lebih mudah. Itu juga senada dengan pembelajaran mendalam yang dicanangkan pemerintah. Sehingga murid bisa lebih jelas membayangkan penjelasan guru disertai visual yang memadai. “Dengan IFP, sangat memungkinkan menampilkan materi berbagai sumber seperti video, gambar, atau internet dengan kualitas visual dan audio yang baik,” lanjut Anwar. (aff/dan)
Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian