RADAR MALANG – Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi peserta didik setinggi-tingginya. Untuk mencapai tujuan tersebut, sistem pendidikan di Indonesia telah menerapkan beberapa model pembelajaran, salah satunya adalah pembelajaran saintifik.
Pendekatan saintifik merupakan model pembelajaran dengan menggunakan metode ilmiah dalam kegiatan pembelajarannya. Pendekatan ini berpusat pada peserta didik (student centered) dengan tujuan membangun pemikiran kritis dan analitis.
Uniknya pendekatan ini memiliki kegiatan yang bernama 5M, yaitu mengamati, menanya, mengajukan (hipotesis), menghimpun, dan menganalisa.
Peserta didik akan membiasakan rasa ingin tahu, menganalisis permasalahan, dan bisa menyusun konsep dari suatu pengalaman belajar yang sudah diolakukan.
Tujuan Pendekatan Saintifik
- Meningkatkan Keterampilan Berpikir
Peserta didik diharapkan dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skill) yang mampu menciptakan ide baru.
- Menciptakan Lingkungan Belajar yang Aktif
Dengan menerapkan pendekatan belajar yang berpusat pada peserta didik, diharapkan kegiatan ini menjadi wadah para peserta didik untuk berperan aktif dalam proses belajar dan pembelajaran menjadi berwarna
- Meningkatkan Kemampuan Berpikir Sistematis
Peserta didik didorong untuk melakukan pemikiran secara terstruktur, mulai dari menganalisis masalah hingga merumuskan sebuah solusi.
- Meningkatkan Pemahaman Konsep
Siswa akan dapat memperoleh konsep dan pemahaman secara bermakna melalui model pembelajaran ini, karena peserta didik secara mandiri mencari tahu materi yang dipelajari. Jadi tidak hanya berpatok pada hafalan saja.
Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Saintifik
Kelebihan dari pendekatan ini adalah membantu peserta didik dalam memecahkan masalah melalui perencanaan (problem). Kemudian membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan sistematis. Serta mendorong siswa untuk berani mengungkapkan ide dan pendapatnya.
Akan tetapi dalam penerapannya masih terdapat kekurangan, yakni menghambat laju pembelajaran karena model pembelajaran ini cukup menyita waktu dan membutuhkan persiapan yang matang untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Meskipun demikian, pendekatan ini bisa diintegrasikan dengan beberapa model pendekatan lain. Tujuannya agar saling melengkapi kekurangan dalam proses belajar dan menciptakan pengalaman pembelajaran yang holistik (menyeluruh) bagi peserta didik.
Penulis: Xeon Rhao Loudra Widadi
Editor : Aditya Novrian