RADAR MALANG – Dunia pendidikan saat ini telah memasuki era digitalisasi, berbagai model pembelajaran mulai berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih variatif dalam pelaksanaannya.
Salah satu model pembelajaran yang kerap digunakan saat ini adalah pembelajaran kontekstual (contextual teaching learning). Pembelajaran kontekstual adalah model pembelajaran yang mengaitkan antara materi ajar dengan situasi nyata.
Contoh penerapannya, ketika guru menjelaskan tentang anatomi manusia pada mata pelajaran biologi. Guru tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga menampilkan video atau gambar anatomi, bahkan menggunakan alat praktik anatomi yang disediakan sekolah.
Tujuan dan Manfaat Pembelajaran Kontekstual
Pertama, meningkatkan motivasi belajar. Metode pembelajaran kontekstual mendorong peserta didik bahwa ilmu yang dipelajari di sekolah bisa diterapkan langsung dalam kehidupan nyata.
Kedua, meningkatkan hasil pembelajaran. Metode ini membuat peserta didik mudah memahami ilmu yang disampaikan karena berkaitan langsung dengan peristiwa nyata di lapangan. Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan aplikatif.
Ketiga, materi bertahan lebih lama dalam ingatan. Dengan memahami teori sekaligus penerapannya di dunia nyata, ilmu yang didapatkan bisa bertahan lebih lama karena tidak sekadar dihafalkan.
Keempat, meningkatkan kreativitas peserta didik dan guru. Peserta didik didorong untuk berpikir kreatif dalam menerapkan ilmu teori di lapangan. Sementara itu, guru tidak lagi hanya mengandalkan materi dari buku atau LKS.
Baca Juga: Membedah Pentingnya Peningkatan Kompetensi Guru sebagai Investasi Pendidikan di Masa Depan
Tantangan dan Solusi
Tantangan utama pembelajaran kontekstual adalah keterbatasan waktu dan fasilitas. Tidak selalu mudah untuk membawa peserta didik lebih jauh dalam praktik dunia nyata yang membutuhkan sumber daya memadai.
Namun, dengan adanya teknologi, hambatan tersebut bisa diatasi. Guru dapat memanfaatkan media interaktif yang tersedia di berbagai penyedia bahan ajar untuk menghadirkan pengalaman nyata secara virtual.
Editor : Aditya Novrian