MALANG KOTA - UIN Maliki Malang buka kuota 959 kursi untuk calon mahasiswa baru (camaba) dari jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN). Namun, jumlah pendaftar membeludak hingga 21 ribu siswa. Mereka berebut masuk di 14 prodi keagamaan. Di antaranya, Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum Keluarga Islam (HKI), dan Hukum Ekonomi Syariah
Pengumuman hasil seleksi dari jalur itu bakal disiarkan 7 April mendatang. Setelah itu UIN Maliki Malang akan bersiap membuka pendaftaran dari jalur tes melalui Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN). Total kuotanya tahun ini mencapai 1.917 kursi. Mulai dibuka pada 13 April hingga 30 Mei 2026 mendatang, sementara ujian dilakukan daring (SSE) pada 8 sampai 14 Juni 2026 mendatang.
”Animo pendaftar tahun ini memang sangat tinggi, terutama untuk pendaftar perempuan,” ujar Kepala Bagian Akademik UIN Maliki Malang Imam Ahmad. Namun, pihaknya tak bisa menerima calon mahasiswa baru yang mendaftar. Akan disesuaikan dengan kuota ma’had atau asrama yang disediakan kampus.
Jurusan yang paling banyak diminati baik di SPAN PTKIN maupun UMPTKIN berasal dari tarbiyah atau pendidikan. Seperti Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, hingga Manajemen Pendidikan Islam. Untuk rumpun ekonomi juga banyak diminati terutama Pebankan Syariah, Hukum Ekonomi Syariah, dan Hukum Keluarga Islam.
Sementara itu dari jalur SNBT, saat ini sudah ada 570 pendaftar. Tahun ini dari jalur tes itu dijatah 1.960 kursi. Terbagi untuk 18 program studi umum seperti Pendidikan Dokter, Farmasi, dan Psikologi.
”Dilihat dari animo tahun lalu sampai 4 ribu pendaftar, sepertinya bakal meningkat drastis setelah pengumuman SNBP ini,” lanjut Imam. Proses seleksi dari jalur SNBT juga sangat ketat seperti tahun lalu. Itu karena, dari 4 ribu pendaftar hanya seribuan saja yang diterima.
Total dari keseluruhan jalur pendaftaran, tahun ini UIN Maliki Malang bakal menerima hampir 5,4 ribu mahasiswa baru. Itu dari seluruh jalur penerimaan mulai SNBT, SNBP, UM PTKIN, SPAN-PTKIN, dan mandiri. ”Dari tahun ke tahun paling banyak memang dari jalur mandiri yang kuotanya belum bisa kami bagikan karena mempertimbangkan hasil tes nasional dulu,” pungkas Imam. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo