Perempuan yang menyandang gelar Sarjana Gizi itu, meneliti buah naga untuk bahan baku camilan. Dalam risetnya, penggunaan buah itu dalam bentuk tepung bermanfaat bagi kesehatan.
”Kebanyakan kudapan ringan yang ada di pasaran justru tinggi gula, sehingga kurang aman bagi pengindap diabetes. Dari sana, saya tertarik mengembangkan produk camilan yang lebih sehat,” katanya. Menurutnya, buah naga juga memiliki tingkat antioksidan yang tinggi hingga baik untuk kesehatan.
Dalam penelitian itu, Najwa berkolaborasi dengan Shafira Chairyyah Sari, Alfis Zakiyah Sinta H, Latifah Rahmawati, Ilsabila Aulia Rizkina dan Dian Lestari. Mereka juga menjadikan tepung sorgum sebagai pengganti terigu. Produk riset itu unggul dalam kandungan serat dengan indeks glikemik rendah tak menyebabkan peningkatan gula.
”Cookies (dari tepung buah naga) jika dikonsumsi sesuai takaran saji, jumlah gulanya masih tergolong rendah sesuai batas yang dianjurkan,” jelas dia.
Sementara itu, mengasistensi 13 mata kuliah tak menghalangi Mohammad Taqi Fabwaz Nabili meraih predikat wisudawan terbaik FMIPA, kemarin. Dia catat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Aktuaria itu menyelesaikan studinya selama tujuh semester. Di tengah padatnya aktivitas jadi asisten dosen, organisasi, Taqi mampu menjaga prestasi akademik. Konsistensi itu tercipta dengan mendalami materi, melatih disiplin, dan lakukan manajemen waktu dengan baik.
Selama kuliah, ia telah menuntaskan tahap awal sertifikasi profesi, Associate of the Society of Actuaries of Indonesia (ASAI). Setelah lulus, menargetkan melanjutkan ke jenjang Fellow of the Society of Actuaries of Indonesia (FSAI).
Awalnya, Taqi sempat ragu memilih Program Studi Ilmu Aktuaria saat mendaftar melalui jalur SBMPTN. ”Setelah mulai belajar mata kuliah seperti teori risiko, asuransi, dan analisis data, saya jadi makin paham gambaran besarnya,” ujarnya. (gp)
Editor : A. Nugroho