KOTA MALANG - Program Studi Ilmu Perpustakaan (PSIP), Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, terus memperkuat langkah agar lulusannya makin siap menghadapi dunia kerja. Salah satu upaya yang kini didorong ialah pembaruan kurikulum agar lebih adaptif terhadap perkembangan profesi, dinamika keilmuan, dan kebutuhan pasar kerja yang terus berubah. Upaya tersebut diperkuat melalui rangkaian kunjungan akademik dan diskusi strategis dengan sejumlah perguruan tinggi serta institusi nasional di bidang perpustakaan, informasi, dan kepegawaian.
Kegiatan yang berlangsung pada 6–8 April 2026 itu menjadi momentum penting bagi PSIP FIA UB untuk menyerap berbagai masukan dari eksternal kampus. Dalam rangkaian agenda tersebut, tim PSIP FIA UB berdialog dengan program studi sejenis di Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Pendidikan Indonesia. Tim juga bertemu dengan Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Ilmu Perpustakaan dan Informasi (APTIPI) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna memperluas perspektif dalam pengembangan akademik dan pemetaan peluang profesi lulusan.
Ketua Program Studi PSIP FIA UB, Dr. Farida Nurani, bersama Sekretaris Program Studi Endry Putra, M.I.Kom., memimpin langsung agenda tersebut. Kegiatan ini turut didampingi Wakil Dekan I Bidang Akademik FIA UB, Dr. Fadillah Amin, serta Ibu Wike, Ph.D. dari Departemen Administrasi Publik.
Keterlibatan unsur pimpinan ini menunjukkan bahwa penguatan kurikulum bukan sekadar agenda administratif, tetapi bagian dari langkah serius untuk meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing lulusan.
Dari berbagai pertemuan itu, satu pesan utama mengemuka: kurikulum perguruan tinggi harus terus bergerak mengikuti perubahan. Program studi tidak lagi cukup hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga perlu memastikan bahwa mahasiswa dibekali kompetensi yang relevan dengan kebutuhan institusi, organisasi, dan masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas dosen, penyesuaian muatan pembelajaran, dan keterhubungan dengan dunia profesi menjadi hal yang semakin penting.
Dr. Fadillah Amin, menegaskan bahwa program studi perlu peka membaca perkembangan di luar kampus. Menurutnya, lulusan yang dihasilkan harus mampu menjawab ekspektasi para pengguna dan pemangku kepentingan. Pernyataan ini menegaskan bahwa pembaruan kurikulum bukan hanya soal penyusunan mata kuliah, tetapi juga soal bagaimana kampus menyiapkan lulusan yang benar-benar siap berkompetisi dan berkontribusi di dunia kerja.
Tak hanya itu, agenda tersebut juga menyoroti pentingnya memperkuat kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan ini dinilai penting untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan nyata di lapangan. Dengan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan profesi di era transformasi digital dan pengelolaan informasi yang semakin kompleks.
Sinyal positif juga datang dari pertemuan dengan BKN, yang diwakili oleh Dr. Herman sebagai Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen Aparatur Sipil Negara (PPMASN). Dalam diskusi tersebut, dibahas adanya peluang kerja yang terbuka bagi lulusan PSIP FIA UB.
Peluang itu dapat semakin diperkuat jika program studi membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih intensif dengan institusi pembina seperti Arsip Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, dan Museum Indonesia. Ini menunjukkan bahwa penguatan kurikulum perlu dibarengi dengan perluasan jejaring kelembagaan agar lulusan memiliki akses yang lebih kuat ke ekosistem profesi yang relevan.
Langkah PSIP FIA UB ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Kurikulum yang lebih adaptif mencerminkan upaya perguruan tinggi untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perubahan zaman, sekaligus menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi dan kesiapan kerja yang lebih baik. Dengan demikian, pembaruan akademik tidak hanya berdampak pada mutu pembelajaran, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
Di tengah perubahan lanskap dunia kerja, langkah seperti ini menjadi semakin penting. Bidang perpustakaan dan informasi saat ini tidak lagi dipandang sebatas urusan pengelolaan koleksi, tetapi telah berkembang ke ranah pengelolaan pengetahuan, arsip, layanan informasi digital, hingga tata kelola data. Karena itu, kampus dituntut untuk bergerak lebih cepat agar lulusan tidak tertinggal oleh perubahan kebutuhan profesi.
Melalui agenda ini, PSIP FIA UB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran, memperluas jejaring strategis, dan membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan untuk masa depan. Dengan kurikulum yang semakin responsif terhadap kebutuhan zaman, PSIP FIA UB ingin memastikan bahwa lulusannya tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Editor : A. Nugroho