BATU, RADAR MALANG – Memilih jurusan di jenjang SMK sering kali hanya terpaku pada tren. Di Kota Batu, jurusan seperti Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), hingga Desain Komunikasi Visual (DKV) selalu menjadi primadona yang diperebutkan ribuan calon siswa. Padahal, di balik dominasi jurusan populer tersebut, terdapat beberapa bidang studi yang sepi peminat namun menyimpan potensi karier dan peluang kerja yang sangat besar.
Baca Juga: Viral! Temuan Benda Asing Diduga Rudal Gegerkan Publik, Aparat Wanti-Wanti Jangan Disentuh!
Berdasarkan kondisi geografis dan ekonomi Kota Batu, berikut adalah tiga jurusan SMK yang sering dipandang sebelah mata namun sangat dibutuhkan oleh industri:
1. Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Jurusan ini sering dianggap kurang modern dan melelahkan oleh generasi muda, sehingga peminatnya cenderung menurun. Padahal, identitas Kota Batu sebagai sentra pertanian dan wisata agro menciptakan kebutuhan tenaga ahli yang sangat tinggi. Lulusan jurusan ini tidak hanya dipersiapkan menjadi petani modern, tetapi juga pengelola wisata edukasi hingga konsultan lanskap yang peluangnya masih terbuka lebar di lahan-lahan produktif Kota Batu.
Baca Juga: Memahami Komponen dan Manfaat Blended Learning: Solusi Pendidikan di Tengah Kemajuan Teknologi
2. Kimia Analisis Banyak siswa menghindari jurusan ini karena dianggap sulit dan penuh dengan hitungan rumit. Namun, justru tingkat kesulitan inilah yang membuat lulusannya menjadi "barang langka" di dunia industri. Saat ini, industri makanan dan minuman (mamin) di Malang Raya terus berkembang pesat. Perusahaan-perusahaan tersebut sangat membutuhkan tenaga analis kimia untuk memastikan standar kualitas dan keamanan produk sebelum dipasarkan.
Baca Juga: UNISMA Raih Hibah Riset Internasional KONEKSI, Dorong Inovasi Pendidikan Inklusif di Lombok Utara
3. Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) Sering kali jurusan ini hanya diidentikkan dengan "kerja pabrik". Padahal, APHP adalah kunci dari hilirisasi produk unggulan Kota Batu. Mengingat melimpahnya hasil panen apel, susu sapi, hingga sayur-mayur, lulusan APHP memiliki peluang besar untuk sukses sebagai technopreneur. Mereka dibekali kemampuan untuk mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah, seperti oleh-oleh khas maupun produk UMKM yang mampu bersaing di pasar nasional.
Baca Juga: Mendalami PTN-BH: Kelebihan, Kekurangan, dan Dampaknya bagi Pendidikan Tinggi
Memilih jurusan yang sepi peminat namun relevan dengan kebutuhan lapangan adalah strategi cerdas. Dengan minimnya persaingan lulusan dan tingginya permintaan industri lokal, peluang meraih kesuksesan setelah lulus justru jauh lebih terbuka.
Editor : Aditya Novrian